MEDIATA.ID – Untuk meraih gelar doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas) tak semudah membalikkan telapak tangan, butuh perjuangan keras yang disertai kecerdasan serta mental. Apalagi saat tugas akhir, tentu dibekali disertasi untuk dipaparkan dihadapan penguji yang bergelar Prof.
Demikian petualangan Rully Rozano saat hendak menyandang gelar doktornya. Tepatnya pada Kamis (13/3/2026). Rully Rozano menunjukkan jati dirinya. Di dipanggung auditorium ia membuat penguji serta rekan akademisi yang hadir tercengang kala membedah fenomena Relawan Dozer pada Pilgub Sulsel 2024 lalu.
Rully menyebutkan bahwa Relawan Dozer pada Pilgub Sulsel 2024 lalu. Itu sebuah entitas yang dinilai membawa warna baru dalam sistem pemenangan politik di Indonesia.
Antara Mobilisasi dan Emosi
Rully menjelaskan, Relawan Dozer beroperasi di sebuah “ruang hibrida”. Nah Ini adalah titik temu unik antara mobilisasi yang terorganisir secara sistematis dengan dorongan kesadaran diri para relawan. Dozer bukan sekadar alat mobilisasi politik, tetapi dalamnya ada ikatan emosional. Dimana ada pengaruh ketokohan, dan relasi kekerabatan yang kuat,” beber Rully.
Kehadiran relawan kata dia, bukanlah ancaman bagi partai politik, melainkan energi baru yang memperkuat mesin pemenangan calon kepala daerah yang sistematis dan berbasis riset.
Lalu Bagaimana Doser Bekerja Secara Profesional?
Rully memaparkan Doser memenangkan calon Gubernur Sulsel 2014 lalu yakni pasangan Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi, kala itu Dozer bekerja secara profesional layaknya korporasi namun tetap menyentuh akar rumput. Sebelum menentukan dukungan.
“Nah mengawali dengan riset mendalam dengan menyurvei ketokohan dan analisis elektabilitas, kemudian menyeleksi ketat dan calon relawan melewati verifikasi pengaruh wilayah dan integritas. Dari sini kerja lapangan terukur dan semua aksi didasarkan pada visi-misi calon yang diusung,” papar Rully membuat penguji dan hadirin terpukau.
Pada kesempatan itu Prof. Dr. Muhammad, salah satu penguji internal, memberikan catatan penting. Dia katakan bahwa banyak tim sukses yang “sukses” secara tim namun gagal memenangkan calonnya. Namun, Dozer kata dia membuktikan kinerjanya sangat sistematis dalam memenangkan perhelatan politik langsung.
Pujian dari Pakar Politik eksternal, Prof. Dr. Murtir Jeddawi, SH., S.Sos., M.Si., menilai bahwa disertasi Rully sangat relevan. Kata dia pola Dozer yang memenangkan dukungan di beberapa provinsi pada Pilkada 2024 menjadikannya fenomena baru yang sangat dibutuhkan oleh calon-calon pemimpin di masa depan.
Di momen itu Rully mendapat pertanyaan oleh penguji yakni Dr. Andi Lukman Irwan, ia menanyakan kriteria pemimpin masa depan Sulsel itu seperti apa?
Rully dengan tegas mengungkapkan bahwa “Masyarakat Sulawesi Selatan itu membutuhkan pemimpin yang memiliki jiwa sosial tinggi namun tetap tegas dalam mengambil keputusan serta mencerminkan karakter asli masyarakat Bugis-Makassar,” jawab Rully lagi-lagi membuat penguji dan hadirin tercengang.
Promotor Utama, Prof. Dr. Armin Arsyad, M.Si mengapresiasi disertasi dibawakan pria yang santer disapa Panglima tersebut. Ia katakan
disertasi panglima bisa menjadi referensi ilmiah atau klaim akademik atas kemenangan pasangan Andi Sudirman – Fatmawati pada Pilgub 2024 lalu.
Mengakhiri disertasi dibawakan, Rully Rozano menghanturkan ucapan terimakasihnya kepada istri tercintanya Indah Maulina Apriyanti, serta seluruh koordinator kabupaten dan relawan Dozer di Sulawesi Selatan yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya.
Diketahui jika Rully Rozano Zarwan, sosok di balik pergerakan relawan politik yang masif pada Pilgub Sulsel 2014 lalu. Kesuksesannya di pangung demokrasi mengantarkannya menjadikan bahan disertasi untuk meraih gelar doktornya dan meraih predikat Sangat Memuaskan. (*)

Comment