Kemensos dan Pemkab Takalar Mulai Jangkau 2.000 Anak untuk “Sekolah Rakyat”

MEDIATA.ID — Pemerintah Kecamatan Pattallassang bersama Tim Kabupaten Takalar dan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) resmi memulai sosialisasi serta penjangkauan lapangan untuk program Sekolah Rakyat (SR).

Langkah awal ini menyasar sekitar 2.000 anak usia sekolah (SD, SMP, dan SMA) yang masuk dalam kategori Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Proses identifikasi dilakukan secara door-to-door dengan melibatkan lurah, kepala lingkungan, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas guna memastikan keakuratan data dan kondisi riil anak-anak yang membutuhkan intervensi pendidikan tersebut.

Hadir langsung memantau jalannya penjangkauan, Tim Kabupaten dari Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Non Kebencanaan Kemensos RI, Muh Sahir. Ia menjelaskan bahwa verifikasi faktual ini sangat krusial agar program tidak salah sasaran.

“Kegiatan ini bertujuan melakukan identifikasi langsung di lapangan untuk melihat dari dekat kondisi sekitar 2.000 anak yang masuk dalam Desil 1 dan 2 DTSEN. Pemerintah ingin memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan yang layak melalui program Sekolah Rakyat,” ujar Muh Sahir.

Saat ini, Sekolah Rakyat Kabupaten Takalar telah berjalan dan melangsungkan proses pembelajaran sementara di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Takalar dengan menampung 72 siswa.

Sementara itu, Camat Pattallassang, Bansuhari Said, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Pemerintah Kabupaten Takalar. Berkat lobi intensif Bupati Takalar, Daeng Manye, ke jajaran pemerintah pusat di Jakarta, Takalar berhasil mengamankan pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen.

“Ini capaian yang sangat membanggakan bagi Kabupaten Takalar. Berkat perjuangan dan lobi Bapak Bupati Daeng Manye di Jakarta, Takalar mendapatkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen dan menjadi satu-satunya di Sulawesi Selatan,” ungkap Bansuhari Said.

Bansuhari menambahkan, program dari pusat ini sangat klop dan sejalan dengan program inovasi lokal yang diinisiasi oleh Kecamatan Pattallassang, yaitu gerakan **”Pak Sewang”**. Inovasi ini memang fokus pada penguatan pelayanan sosial, pendidikan, dan keberpihakan penuh kepada masyarakat rentan.

“Kami di Kecamatan Pattallassang terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar tidak ada lagi anak-anak yang tertinggal dari akses pendidikan. Program Sekolah Rakyat ini sejalan dengan semangat Pak Sewang yang kami jalankan,” pungkasnya.

Melalui kehadiran Sekolah Rakyat, pemerintah optimistis dapat memutus mata rantai kemiskinan ekstrem di Kabupaten Takalar lewat jalur pendidikan yang inklusif, terukur, dan ramah bagi kelompok rentan sosial.(*)

Comment