MEDIATA.ID — Estafet kepemimpinan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Selatan resmi bergulir. Ketua Umum Pengurus Pusat GP Ansor, H. Addin Jauharuddin, melantik secara resmi jajaran Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Sulsel masa khidmat 2026–2030 di bawah komando Muhammad Ridwan Yusuf, bertempat di Auditorium Universitas Islam Makassar (UIM), Rabu (24/6/2026).
Pelantikan ini menandai babak baru pergerakan badan otonom pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di Sulsel. Tidak lagi sekadar berfokus pada penguatan ideologi kebangsaan dan kaderisasi formal, kepengurusan periode ini mengusung gebrakan taktis yang adaptif terhadap tantangan zaman lewat tema besar: “Ansor Digdaya Menuju Kedaulatan Pangan”.
Dalam pidato arahannya, Ketum PP GP Ansor, H. Addin Jauharuddin, mengingatkan dengan tegas bahwa tantangan terbesar pengurus baru bukanlah menjaga eksistensi di media sosial atau panggung seremoni, melainkan menghidupkan urat nadi organisasi di tingkat akar rumput (ranting).
”Kader Ansor harus memiliki kompetensi dan kreativitas. Sahabat-sahabat harus mampu mengelola potensi SDM yang dimiliki untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Tugas berat kita adalah meramu agenda-agenda baru yang lahir dari kebutuhan nyata di tingkat ranting. Dari sanalah kekuatan organisasi akan tumbuh,” cetus Addin di hadapan ratusan kader yang memadati UIM.
Merespons instruksi tersebut, Ketua PW GP Ansor Sulsel yang baru dilantik, Muhammad Ridwan Yusuf, menegaskan komitmennya untuk langsung tancap gas. Ia menyebut, peningkatan kualitas kader melalui pendidikan kepemimpinan akan berjalan beriringan dengan program pemberdayaan ekonomi riil, khususnya penguatan ketahanan pangan nasional di wilayah Sulawesi Selatan.
Untuk merealisasikannya, Ansor Sulsel akan membuka ruang kolaborasi selebar-lebarnya secara inklusif dengan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga kelompok tani lokal.
Langkah ini diharapkan mampu mengubah potensi jutaan pemuda NU di Sulawesi Selatan menjadi motor penggerak ekonomi agraria yang mandiri, inovatif, sekaligus solutif dalam menjawab tantangan krisis pangan global dari tingkat desa.

Comment