Penulis : Muhsar
SELAYAR, MEDIATA.ID-Cuaca buruk yang disertai angin kencang serta tingginya curah hujan membuat sebagian wilayah di Kab. Kepulauan Selayar terkena dampaknya.
Dampak ini, selain dirasakan di daratan Kepulauan Selayar, juga tak terkecuali di wilayah kepulauan termasuk diantaranya di Pulau Jampea di Kec. Pasimasunggu Timur pada khususnya.

Di Kecamatan Pasimasunggu Timur ( Pastim ) sendiri terdapat beberapa Dusun dan Desa dalam wilayah itu sempat tergenang akibat tingginya curah hujan dan bahkan ada Desa diantaranya tanggul Penahan ombaknya roboh.
Hal ini diungkapkan Camat Pasimasunggu Timur H. Syamsul Bahri. SE dalam wawancara singkatnya dengan Wartawan Media ini di Sekretariatnya jalan Mappatoba Benteng Selayar, Kamis (29/12/2022).
Ada beberpa Dusun memang sempat tergenang akibat tingginya curah hujan, diantaranya Dusun, Ujung dan Dusun Mare Selatan Desa Ujung, Dusun Balla Bulo Timur Desa Bonto Jati urai Camat Syamsul Bahri.
Selain itu jelas dia, ada pula Tanggul jebol di Dusun Lembongan Barat Desa Bonto Baru. Semua ini pemicunya kata dia adalah karena cuaca buruk yang mengakibatkan gelombang besar dan curah hujan yang tinggi.
Pemicu lainnya yang mengakibatkan terjadinya genangan hingga mencapai ketinggian mata kaki orang dewasa didalam rumah penduduk dikarenakan selain adanya pendangkalan sungai, juga karena bertepatan para petani sedang musim tanan, sehingga air disawah turut menyumbang tingginya air yang membuat sungai tak mampu menampung Aliran air ungkap Camat Pastim Syamsul Bahri. SE.
Dampak lain dari cuaca ekstrim ini adalah juga membuat pasokan listrik terganggu karena banyak pohon tumbang termasuk ada beberapa diantaranya pohon kelapa yang tersangkut di kabel listrik.
Terkait hal ini, Camat pasimasunggu Timur H. Syamsul Bahri, SE mengakui kalau jauh sebelum musim barat tiba, pihaknya telah menyampaikan peringatan dini bahwa semua pohon yang diperkirakan akan menggangu jaringan listrik agar dipangkas. Bahkan hal ini saya selalu sampaikan dalam setiap kesempatan seperti pada sambutan acara Maulid ungkapnaya.
Insya Allah dalam waktu dekat ini jika cuaca agak membaik dan kapal penyebrangan kembali normal, maka sesegera mungkin kelokasi untuk segera mengambil langkah antisipasi, karena ini diketahui baru awal musim barat, mudah mudahan kejadian serupa tidak lagi menimpa, pintanya mengahiri perbincangan akrabnya dengan wartawan Media ini.(**)

Comment