Dua Bocah Kasus Gizi Buruk Ditemukan di Pangkep

PANGKEP,MEDIATA.id- Ditengah-tengah Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus berupaya mewujudkan visi Program Indonesia Sehat. Sasarannya, meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. ternyata masih ada kasus Gizi Buruk yang di temukan di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel

Temuan kasus Gizi Buruk ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Kabupaten Pangkep, H Syahban Sammana usai melakukan kunjungan kerja di Pulau Sailus, Desa Sailus, Kecamatan Liukang Tangaya, Kamis 15 November 2018 lalu. Dalam kunjungan tersebut,. Mantan Kepala Bappeda Pangkep itu mendapatkan dua anak penderita gizi buruk.

Terungkapnya dua bocah penderita gizi buruk, orang tua dari kedua bocah itu membawa anak mereka ke lokasi pertemuan kunjungan kerja Wakil Bupati Pangkep H Syahban Sammana SH didampingi Wakil Ketua TP PKK Ny Tenriani Djafar Sammana dan Wakil Ketua DPRD Rizaldi Parumpa yang dilaksanakan di Kantor Desa Sailus. Dua bocah berusia 5 dan 6 tahun. Saat melihat bocah tersebut mereka sempat terkejut melihat kondisi warganya yang mengalami Gizi buruk tersebut.

“Saya tak menduga ada warganya yang mengalami hal demikian, bahkan tanpa sepengetahuan dinas terkait. Ia pun memerintahkan jajarannya untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi bocah penderita gizi buruk tersebut,” ungkapnya, dikutip dari penjelasan Jamaluddin yang ikut dalam rombongan.

Adanya dua bocah yang mengalami gizi buruk di Pulau Sailus, dibenarkan pula Wakil Ketua DPRD Pangkep, H Rizaldi Parumpa. Ia tentunya adanya warga yang mengalami gizi buruk harusnya bisa dideteksi dini. Caranya, adanya peningkatan kerjasama perpanjangan pemerintah mulai Camat ke Kepala Desa atau Lurah maupun Puskesmas untuk dapat menggiring warga ke posyandu kesehatan.

Langkah ini setidaknya, kata Rizaldi, bisa mendeteksi dini adanya penderita gizi buruk. ” Bukan hanya itu, tentunya Dinas Kesehatan tentunya patut memantau jajarannya, apa lagi kondisi wilayah kepulauan terluar sangat terbatas,”singkatnya.

Data yang dihimpun, dua bocah perempuan yang berusia 5 dan 6 tahun belum berjalan. Sedangkan orang tua keduanya hanya berprofesi sebagai nelayan biasa.

Sedangkan untuk sisi pelayanan kesehatan, di Pulau Sailus terdapat sebuah Puskesmas yang menjadi pusat kesehatan bagi masyarakat yang tinggal disekitar Pulau Sailus. Hingga berita ini dinaikan, Kadis Kesehatan Kabupaten Pangkep belum bisa dihubungi dan dikonfirmasi terkait temuan langsung dalam kunjungan kerja tersebut.(Muh.Jufri)

Comment