Perusahaan Susu Sapi Perah Dilibatkan Pulihkan Ekonomi di Gowa

GOWA, MEDIATA.ID — Lima unsur yakni pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan daerah. Kolaborasi 5 unsur ini diyakini mampu pulihkan ekonomi pasca Covid-19 mewabah di tanah air.

Begitulah konsep pembangunan ‘pentahelix’ dikutip oleh Bupati Kabupaten Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL saat membangun nota kesepahaman atau kerjasama dengan PT. Cisarua Mountain Diary (Cimory). Kerjasama ini dimaksudkan untuk memulihkan ekonomi di Kabupaten Gowa.

PT. Cisarua Mountain Diary (Cimory) mendapatkan izin untuk pengembangan produksi peternakan melalui pengembangan susu sapi perah hingga produk olahan.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, situasi pandemi Covid-19 saat ini memang dibutuhkan dukungan dari sejumlah pihak khususnya dalam pemulihan ekonomi. Seperti yang diajarkan dalam teori Pentahelix, dimana ada lima unsur dalam pembangunan daerah, salah satunya adalah keterlibatan bisnisman atau swasta.

“Bisnisman ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan agar bisa menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di suatu daerah,” katanya, di sela-sela penandatanganan MoU, di Restoran Padivaley, Kacamata Pattallassang, Senin (01/03/2021).

Bupati Adnan menambahkan, di era saat ini kolaborasi sangat dibutuhkan untuk memajukan suatu daerah. Menurutnya pemerintah tidak bisa jalan sendiri harus membutuhkan dukungan dari semua pihak.

Adnan berharap, kerja sama ini tentunya akan meningkatkan sektor perekonomian daerah. Apalagi memang ditengah pandemi Covid-19 pemulihan ekonomi sangat perlu dilakukan.

Adnan menjelaskan, bentuk kerjasama yang dilakukan khususnya untuk PT Cimory yakni Pemerintah Kabupaten Gowa mempersiapkan lahan. Selain itu pemerintah daerah dan akan mendapatkan benefit yang bermuara pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Gowa.

“Kita permudah investasinya, misalnya kita yang siapkan lahan dan dalam investasi yang dilakukan pastinya akan ada benefit yang diberikan kepada pemerintah daerah, inilah yang masuk pada PAD, jadi investasinya boleh full atau sharing yang jelas ada keuntungan yang diberikan kepada kabupaten,” katanya.

Direktur PT Cimory Bambang Sutantio menyambut baik dengan adanya kerjasama ini. Dirinya mengaku siap membantu Kabupaten Gowa dalam pengembangan sapi perah hingga susu sapi perah.

“Kami pihak Cimory akan bersedia menjadi offteker dari susu yang di hasilkan di Kabupaten Gowa,” katanya.

Selain itu pihaknya juga akan membangun industri pengolahan susu di Kabupaten Gowa. Karena menurutnya salah satu permasalahan dari susu adalah tidak bisa tahan lama.

“Kami juga bersedia untuk memberikan bantuan teknis apabila dibutuhkan. Dan apabila nanti Kabupaten Gowa ingin melihat apa yang kami lakukan di perusahaan maka kami bersedia untuk sharing,” ujarnya.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang hadir menyaksikan penandatanganan MoU tersebut. Mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini juga berharap agar kerjasama ini bisa terealisasi secepatnya.

“Apa yang kita tandatangani hari ini satu tahun hasilnya sudah ada. Kami target 5 atau 6 bulan kedepan kita sudah mulai minum susu. 17 Agustus saya mau minim susunya disini,” harapnya. (*)

Comment