SELAYAR, MEDIATA.ID– Akibat naiknya harga Bahan Bakar Minyak,( BBM ) maka Pengelola Listrik dan Air minum di Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar, memastikan biayanya akan naik mulai 1 Oktober mendatang.
Kepastian kenaikan ini terungkap dalam rapat Koordinasi bersama Bumdes selaku pengelola yang dipimpin langsung Kepala Desa Nurdin. MS di Aula Kantor Desa setempat, Jumat (9/9/2022).
Selain Hasri Ketua BUMDES, Rapat Kordinasi ini juga dihadiri Oleh Takbir Ketua BPD , Koordinator Pendamping Desa Hasimuddin, serta para Kepala Dusun, RK/ RT termasuk para Pelanggan Listri dan Air yang ada dalam Ibu kota Desa Tanamalala yakni Dusun Tanjung Bone dan Tanjung Lasore.
Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Desa Nur Ilham saat dikonfirmasi lewat pesan singkat Whatsapp pribadinya seusai rapat koordinasi digelar.
Iye bulan Oktober pak sdh mulai pembayaran listrik nya naik satu rumah 4 balon + 1 lampu jalan dgn jumlah pembayaran naik 45.000 mulai 1 Oktober. demikian halnya dengan air bersih yg dibangun dari anggaran Desa tahun 2021 mulai jalan nanti 1 Oktober juga pak dgn pembayaran 10.000/ 1M³ oleh pelanggan dgn total pelanggan 144 rmh yang tersebar dalam 2 didusun yg ada di ibu kota desa urai Nur Ilham.
Ditambahkan Nur Ilham bahwa kenaikan biaya ini diambil karena pihak Bumdes selaku pengelola akan merugi dengan tingginya harga Solar dan bahkan usaha ini terancam akan macet.
Adapun rincian kenaikannya jelas Nur Ilham berdasarkan keputusan Rakor
Pertama, Satu rumah kalau ambil 4 lampu + 1 lampu jalan gratis total pembayaran 45.000
Kedua, Kalau ambilnya dua lampu +1 lampu jalan gratis total pembayaran 30.000 artinya hitung 15.000/ satu lampu.
3. Kalau lbh dari 4 balon dlm rumah + 1 lampu jalan total , pembayarannya 45.000 tambah 15.000 artinya dihitung lebih dr 4 lampu.
Untuk diketahui bahwa Desa Tanamalala yang terpisah dari Daratan Jampea ini, belum memiliki Listrik PLN, sehingga Pemerintah Desa dan masyarakat masih mengandalkan Tenaga Listrik yang dikelola Bumdes.(MUHSAR)

Comment