BANTAENG, MEDIATA.ID —- Envision Group menjajaki kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kabupaten Bantaeng. Envision Group adalah perusahaan teknologi hijau yang terkemuka di dunia, serta mitra teknologi nol karbon. Perusahaan ini telah berpengalaman membangun PLTB dan membangun kawasan industri nol karbon di sejumlah negara, seperti India, Paris dan Singapura.
Penjajakan kerja sama ini ditandai dengan kehadiran Indonesia Region Senior Development Manager, Hermanto bersama dengan Senior development manager Envision Group, Nico Li. Keduanya memaparkan potensi tenaga angin yang direkam melalui teknologi satelit yang mereka sebut dengan nama Greenwich.
Indonesia Region Senior Development Manager Envision Group, Hermanto memperlihatkan proses analisis potensi energi angin yang dilakukan secara digital dengan bantuan satelit. Proses analisis ini dilakukan dengan bantuan aplikasi bernama Greenwich.
Dari hasil analisis itu, hampir semua wilayah di Bantaeng memiliki potensi energi angin yang cukup untuk membangun PLTB. Meski demikian, gambaran dari aplikasi Greenwich ini harus diperkuat dengan pembangunan menara pengukur angin sebagai syarat untuk mengajukan izin di PT PLN.
“Kita sudah menentukan lokasi menara pengukur angin ini. Titiknya ada di Kecamatan Bantaeng,” jelas dia.
Dia mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihak Envision akan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Pemkab Bantaeng untuk memulai proyek ini. Setelah penandatangan kerja sama itu, maka pihak Envision akan mulai membangun menara pengukur angin ini.
“Menara pengukur angin ini akan bekerja selama hampir satu tahun untuk memastikan kecepatan angin di Bantaeng,” jelas dia.
Hermanto berharap kerja sama dengan Pemkab Bantaeng ini bisa segera terwujud dalam waktu dekat ini. Dia menargetkan, kerja sama ini sudah ditandatangani pada akhir Oktober. Sehingga di awal November, pihaknya sudah mulai membangun menara pengukur angin ini.(*)

Comment