MEDIATA.ID — Permasalahan koper jemaah haji Indonesia yang sempat tercecer dan terpisah dari pemiliknya saat kedatangan di Makkah kini mulai teratasi. Berkat koordinasi lintas sektor yang solid antara petugas transportasi, akomodasi, dan perlindungan jemaah (linjam), proses penyaluran koper telah menunjukkan perkembangan signifikan.
Kepala Sektor 10 Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ashadul Anam, menyampaikan bahwa berbagai langkah taktis telah diambil guna memecah penumpukan koper yang terjadi, baik dari jemaah yang datang melalui Madinah maupun dari Tanah Air.
“Kami memberikan tugas khusus kepada petugas linjam untuk menangani persoalan koper yang sempat menumpuk. Dengan sinergi dan pemetaan data yang akurat, kami berhasil mempercepat distribusi koper ke pemiliknya,” ujar Ashadul.
Proses ini diawali dengan pendataan koper melalui pemindaian barcode, yang kemudian disinkronkan dengan keberadaan jemaah. Selanjutnya, distribusi dilakukan menggunakan armada khusus.
“Alhamdulillah, dua truk koper yang tiba pagi tadi di Sektor 10 berhasil kami distribusikan ke jemaah hanya dalam hitungan jam. Ini bukti efektivitas sistem distribusi baru yang telah kami terapkan dalam dua hari terakhir,” tambahnya.
Ashadul menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor yang dinamis dan komitmen bersama seluruh petugas haji Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah, termasuk dalam hal-hal teknis yang menyangkut kenyamanan ibadah mereka.
Dengan sistem distribusi koper yang kini berjalan lebih tertata dan responsif, diharapkan insiden keterlambatan atau kehilangan koper tidak kembali terulang, sehingga para jemaah dapat lebih fokus dalam menjalankan ibadah haji. (*)

Comment