Takalar Luncurkan Tujuh Koperasi Desa dalam Satu Hari, Perkuat Ekonomi Rakyat

MEDIATA.ID – Pemerintah Kabupaten Takalar kembali mencatat pencapaian penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. Pada Selasa, 14 Oktober 2025, tujuh koperasi desa dan kelurahan di Kecamatan Polongbangkeng Selatan resmi diluncurkan secara serentak di Kantor Koperasi Desa Merah Putih Cakura.

Acara ini dihadiri lebih dari 300 peserta, termasuk perwakilan pemerintah daerah, lembaga keuangan, pendamping koperasi, serta masyarakat dari berbagai desa. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.

Tujuh koperasi yang diresmikan berasal dari Desa Cakura, Desa Su’rulangi, Desa Kale Lantang, Desa Lantang, serta Kelurahan Bulukunyi, Kelurahan Bontokadatto, dan Kelurahan Rajaya.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar H. Mohammad Firdaus Daeng Manye menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat dalam menghidupkan kembali koperasi sebagai wadah ekonomi bersama.

“Luar biasa, ini pecah rekor di Takalar. Tujuh koperasi launching dalam satu hari. Dari 86 desa dan 24 kelurahan, kini sudah ada 27 koperasi yang resmi terbentuk. Ini bukti nyata semangat gotong royong ekonomi dari bawah,” ujarnya, disambut tepuk tangan peserta.

Bupati menegaskan bahwa koperasi adalah instrumen penting untuk memperkuat ekonomi desa yang mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan. Ia mengajak seluruh warga menjadi anggota aktif koperasi dan menjadikannya pusat penggerak ekonomi produktif.
“Kita sudah punya pendamping koperasi berkualifikasi dan lulus uji dari Kementerian. Jadi, jika ada kendala, segera koordinasi. Pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi,” tambahnya.

Peluncuran tujuh koperasi ini merupakan bagian dari implementasi visi “Takalar Maju dan Berdaya Saing Ekonomi Digital,” yang menempatkan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa berbasis kolaborasi dan inklusi. Dengan semangat baru ini, Takalar meneguhkan diri sebagai salah satu daerah paling progresif di Sulawesi Selatan dalam membangun ekonomi rakyat berbasis komunitas desa.

Comment