MEDIATA.ID — Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam merangkul dan meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor informal terus diperkokoh. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi resmi dari jajaran pengurus Persaudaraan Mitra Makassar (PMM) di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Balai Kota Makassar, Jumat (26/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat penuh keakraban ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan struktur organisasi PMM. Komunitas ini diketahui menjadi wadah bernaung bagi sekitar 5.000 anggota yang mayoritas berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol) di Kota Daeng.
Guna menghadirkan solusi yang komprehensif, audiensi ini turut dihadiri langsung oleh perwakilan dari tiga instansi teknis, yakni Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar.
Dalam dialog tersebut, Ketua PMM, Muhammad Jamal, menyodorkan sejumlah aspirasi mendasar terkait tantangan yang dihadapi para driver di lapangan. PMM membidik dukungan Pemkot Makassar melalui tiga klaster pembenahan:
Tiga Klaster Harapan PMM untuk Kesejahteraan Pengemudi Ojol
- Peningkatan Kapasitas SDM: Memohon fasilitasi pelatihan keterampilan kerja dan manajemen usaha di luar profesi ojol agar para anggota memiliki alternatif pekerjaan dan peluang ekonomi yang lebih luas.
- Akses Perlindungan Sosial & Kesehatan: Mengharapkan bantuan fasilitas jaminan kesehatan serta proteksi sosial ketenagakerjaan bagi para pengemudi yang memiliki risiko kerja tinggi di jalan raya.
- Sinergi Pelayanan Profesional: Menegaskan komitmen 5.000 pengemudi PMM untuk menjadi garda depan transportasi yang ramah, sopan, dan profesional guna mendukung mobilitas warga serta pergerakan wisatawan di Makassar.
Merespons hal tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi besar para pengemudi ojol dalam menggerakkan roda urat nadi perekonomian kota.
Aliyah menegaskan bahwa Pemkot Makassar memiliki segudang program jaring pengaman sosial dan pelatihan kerja gratis yang siap disinergikan. Namun, ia memberikan syarat tegas agar bantuan tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.
”Langkah awal yang paling krusial adalah validasi data. Saya meminta pengurus PMM segera melakukan pendataan anggota secara lengkap dan terstruktur berdasarkan wilayah (by name by address), sekaligus memetakan kebutuhan riil mereka. Data matang inilah yang akan menjadi kompas bagi Dinsos dan Disnaker untuk menyalurkan program pemberdayaan secara bertahap,” tegas Aliyah Mustika Ilham.
Sinergi horizontal yang terbangun antara Pemkot Makassar dan PMM ini diharapkan menjadi momentum titik balik dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga para pekerja transportasi di Kota Makassar. (*)

Comment