7 Tahun Menunggu Air, 600 Hektare Sawah di Luwu Akhirnya Bernapas Lagi

MEDIATA.ID – Selama tujuh tahun terakhir, ratusan petani di Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, hanya bisa berharap setiap musim tanam. Sawah yang seharusnya menghasilkan padi berkualitas terpaksa bergantung pada hujan karena saluran irigasi tak lagi mampu mengalirkan air secara optimal.

Harapan itu kini mulai tumbuh kembali.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai pembangunan Daerah Irigasi Lengkong Pini dan Makawa melalui prosesi groundbreaking yang dipimpin Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, di Desa Sampeang, Sabtu (4/7/2026).

Bagi masyarakat, pembangunan ini bukan sekadar peletakan batu pertama. Ini menjadi titik balik setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan yang sama: sawah luas, tetapi kekurangan air.

600 Hektare Sawah Kembali Mendapat Harapan

Tahap awal pembangunan akan menghidupkan kembali jaringan irigasi untuk sekitar 600 hektare lahan pertanian.

Sebanyak 300 hektare akan dilayani oleh Irigasi Lengkong Pini, sementara 300 hektare lainnya mendapat pasokan dari Irigasi Makawa.

Menurut Andi Sudirman, selama sekitar tujuh tahun kawasan tersebut tidak lagi memperoleh pasokan air secara maksimal akibat jaringan irigasi yang belum terselesaikan.

“Alhamdulillah, hari ini kita memulai pembangunan irigasi Lengkong Pini dan Makawa. Selama sekitar tujuh tahun, sebagian besar kawasan irigasi ini tidak lagi dialiri air karena jaringan irigasinya belum dikerjakan. Kini kita mulai membangunnya secara bertahap hingga tuntas,” ujarnya.

Air Menjadi Penentu Nasib Petani

Bagi petani, keberadaan irigasi jauh lebih penting dibanding banyak bantuan lainnya.

Tanpa pasokan air yang stabil, produktivitas sawah menurun, pola tanam berubah, bahkan sebagian lahan terpaksa dibiarkan tidak digarap.

Karena itu, pembangunan jaringan irigasi dinilai mampu memberi dampak ekonomi yang jauh lebih besar dibanding bantuan yang bersifat sesaat.

Dengan aliran air yang terjamin, petani memiliki peluang meningkatkan frekuensi tanam, menjaga kualitas hasil panen, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Bagian dari Proyek Besar Sulsel

Pembangunan Irigasi Lengkong Pini dan Makawa merupakan bagian dari Paket 4 Program Multiyears Project (MYP) rehabilitasi delapan daerah irigasi yang tersebar di Kabupaten Enrekang, Luwu, Toraja Utara, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Total nilai investasi proyek tersebut mencapai sekitar Rp120 miliar.

Pemerintah Provinsi Sulsel berharap rehabilitasi jaringan irigasi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Potensi Masih Sangat Besar

Meski tahap awal baru melayani sekitar 600 hektare sawah, potensi pengembangan kawasan ini dinilai jauh lebih luas.

Dengan sumber air yang memadai, cakupan layanan irigasi ke depan diproyeksikan dapat diperluas hingga mencapai ribuan hektare lahan pertanian.

Artinya, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan petani saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi sektor pertanian Sulawesi Selatan.

Masyarakat Diminta Ikut Mengawal

Gubernur Andi Sudirman mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawasi proses pembangunan agar proyek berjalan sesuai rencana dan menghasilkan kualitas terbaik.

“Semoga pembangunan daerah irigasi ini segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi para petani. Mari kita awasi bersama proses pembangunannya agar hasilnya benar-benar berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” katanya.

Mengapa Irigasi Sangat Penting?

Irigasi menjadi salah satu infrastruktur paling vital dalam pertanian karena berfungsi menjaga ketersediaan air sepanjang musim tanam.

Daerah yang memiliki sistem irigasi baik umumnya mampu:

  • meningkatkan indeks pertanaman,
  • menghasilkan panen lebih stabil,
  • mengurangi risiko gagal panen,
  • meningkatkan pendapatan petani,
  • memperkuat ketahanan pangan daerah.

Karena itu, pembangunan irigasi sering disebut sebagai investasi yang manfaatnya dapat dirasakan puluhan tahun.


Fakta Singkat

  • Lokasi: Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu.
  • Lahan yang dilayani tahap awal: sekitar 600 hektare.
  • Nilai Paket 4 MYP: sekitar Rp120 miliar.
  • Bagian dari rehabilitasi delapan daerah irigasi di Sulawesi Selatan.
  • Potensi pengembangan layanan mencapai ribuan hektare sawah.

FAQ

Mengapa irigasi Lengkong Pini dan Makawa penting?
Karena selama sekitar tujuh tahun sebagian besar sawah di kawasan tersebut tidak memperoleh pasokan air secara optimal.

Berapa luas sawah yang akan dialiri?
Sekitar 600 hektare pada tahap awal, masing-masing 300 hektare di Lengkong Pini dan Makawa.

Berapa nilai proyeknya?
Paket 4 Program Multiyears Project memiliki nilai sekitar Rp120 miliar.

Apa manfaat terbesar bagi petani?
Pasokan air yang stabil memungkinkan peningkatan produktivitas, frekuensi tanam, dan hasil panen.

Apakah proyek ini bisa diperluas?
Ya. Pemerintah Provinsi Sulsel menyebut potensi pengembangan jaringan irigasi masih sangat besar hingga ribuan hektare lahan pertanian.

Comment