KSPPS BHS Luncurkan Kredit Multiprima, Dorong UMKM Naik Kelas hingga Pembiayaan Rp1 Miliar

MEDIATA.ID — Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Bakti Huria Syariah (BHS) terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kesejahteraan anggota melalui inovasi produk. Terbaru, BHS meluncurkan Kredit Multiprima, skema pembiayaan yang ditujukan bagi pelaku UMKM agar mampu berkembang dan “naik kelas” dengan dukungan modal lebih besar.

Produk tersebut diperkenalkan dalam Paripurna Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tertulis secara daring melalui aplikasi e-RAT tahun buku 2025, yang digelar di Hotel Almadera Makassar, Kamis (26/3/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Inovasi Berkelanjutan, Produktivitas Unggul, Tumbuh Bersama Anggota dengan Digitalisasi.”

Ketua KSPPS BHS, Andi Amri Bakti, menjelaskan bahwa Kredit Multiprima dirancang untuk memperluas akses pembiayaan bagi anggota yang memiliki usaha produktif.

“Produk ini kami hadirkan untuk mendorong anggota berkembang, dengan plafon pembiayaan mulai dari Rp100 juta hingga Rp1 miliar,” ujarnya.

Kredit Multiprima menawarkan sejumlah fitur unggulan, di antaranya tenor hingga 36 bulan, pembiayaan untuk sektor usaha, perdagangan, dan pertanian, serta jaminan hingga 120 persen. Program ini juga mensyaratkan anggota telah bergabung minimal enam bulan, memiliki riwayat pembayaran yang baik, serta profil risiko rendah berdasarkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Andi Amri menegaskan bahwa penguatan koperasi tidak hanya bergantung pada permodalan, tetapi juga pada budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada anggota.

“Cabang terbaik adalah yang paling dekat dengan anggotanya. Karena anggota adalah modal utama koperasi,” tegasnya.

Saat ini, KSPPS BHS memiliki sekitar 18 ribu anggota aktif dan 25 ribu anggota pasif. Ke depan, koperasi ini menargetkan mampu mencapai satu juta anggota pada tahun 2030.

Ketua Dewan Pengawas KSPPS BHS, Andi Faisal Bakti, menyebut bahwa koperasi ini berawal dari semangat sederhana untuk saling membantu yang kemudian berkembang menjadi gerakan ekonomi berbasis nilai keagamaan.

“Awalnya hanya ingin membantu, tetapi kemudian tumbuh menjadi gerakan ekonomi yang memberi manfaat luas,” katanya.

Apresiasi terhadap kinerja BHS juga datang dari berbagai pihak. Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Asrullah, menilai tingkat partisipasi anggota dalam RAT mencapai 88 persen, sebagian besar melalui platform digital.

“Ini menunjukkan tingkat kepercayaan anggota sangat tinggi. Kami optimistis target satu juta anggota dapat tercapai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dinas Koperasi dan UKM Sulsel melalui Kepala Bidang Pemberdayaan, Indri Astuti Assegaf, yang menilai BHS sebagai koperasi yang konsisten dan inovatif, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital.

“BHS masuk 20 besar koperasi di Sulsel yang melaksanakan RAT tepat waktu. Inovasi digitalnya patut menjadi contoh bagi koperasi lain,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari besarnya aset atau omzet, tetapi dari sejauh mana manfaat yang dirasakan anggota serta konsistensi dalam menerapkan prinsip-prinsip koperasi. (*)

Comment