MEDIATA.ID — PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menyokong program strategis pemerintah untuk mengamankan ketahanan pangan nasional. Langkah nyata ini diwujudkan lewat masifnya penetrasi program Electrifying Agriculture (EA) yang menyasar sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan secara terintegrasi.
Manajemen PLN menjelaskan bahwa program EA dirancang sebagai katalisator untuk mempercepat transformasi menuju ekosistem pertanian modern berbasis energi listrik. Melalui pemanfaatan teknologi elektrik yang jauh lebih efisien, para pelaku usaha agrikultur dapat mendongkrak produktivitas sekaligus memangkas biaya operasional di lapangan.
Kurva pertumbuhan program ini menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, jumlah pelanggan Electrifying Agriculture di wilayah kerja Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) tercatat telah menembus 4.280 pelanggan.
Dari total pelanggan tersebut, akumulasi daya terpasang yang berhasil disuplai oleh PLN mencapai angka fantastis sebesar 206.312 kiloVolt Ampere (kVA).
Akselerasi Pertanian Modern yang Efisien dan Berkelanjutan
Capaian ekspansif tersebut menjadi indikator valid mengenai semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap pemanfaatan energi listrik sebagai penggerak utama kegiatan produktif di sektor agrikultur.
”Dengan beralih ke energi listrik, para petani, pekebun, dan petambak tidak hanya memperoleh nilai tambah ekonomi yang lebih besar, tetapi juga ikut berkontribusi dalam menekan emisi karbon di sektor hulu pangan,” urai Manajemen PLN dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).
Melalui program Electrifying Agriculture, PLN berkomitmen untuk terus mengawal lahirnya kluster pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Kehadiran keandalan pasokan listrik di area lahan produksi diharapkan mampu mengamankan kontinuitas hasil panen, memperkuat stabilitas pangan di level daerah hingga nasional, serta mengakselerasi kesejahteraan para petani di berbagai pelosok wilayah Indonesia. (*)

Comment