MEDIATA.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memacu realisasi pembangunan infrastruktur guna mendongkrak konektivitas regional. Langkah ini dikawal langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Suhardi Duka, dengan meninjau progres pelaksanaan Program Multi Years Project (MYP) Infrastruktur Jalan Paket 1 senilai Rp430 miliar, beberapa hari lalu.
Proyek raksasa yang mengover 14 ruas jalan strategis di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Sinjai, hingga Bulukumba ini mulai memasuki fase krusial.
Titik inspeksi lapangan gubernur dipusatkan pada area dengan volume lalu lintas padat, yakni ruas Jalan Hertasning – Jalan Aroepala (Makassar), Jalan HM Yasin Limpo (Poros Pattallassang), serta ruas Burung-Burung – Bili-Bili (Kabupaten Gowa).
Gubernur memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan presisi sesuai linimasa yang ditargetkan. Salah satu fokus penanganan jangka pendek adalah rekonstruksi sistem drainase di Jalan Hertasning menggunakan teknologi beton pracetak (precast) jenis U-Ditch.
“Pemasangan gorong-gorong U-Ditch di Jalan Hertasning ini berfungsi memperlebar penampang aliran air. Dengan kapasitas saluran yang meningkat, kita harap penataan ini mampu mereduksi potensi genangan air secara signifikan saat intensitas hujan tinggi,” terang Suhardi Duka.
Spesifikasi Konstruksi Betonisasi Jalan Aroepala
Selain sektor drainase hulu, pengerjaan fisik juga difokuskan pada proyek betonisasi (rigid pavement) di ruas Jalan Aroepala yang menjadi jalur penghubung utama Makassar-Gowa.
- Tahap Awal: Penguatan struktur fondasi dasar setebal 10 sentimeter.
- Tahap Lanjutan: Peninggian konstruksi dengan tambahan lapisan beton cor hingga mencapai 40 sentimeter.
- Target Mutu: Menghasilkan struktur jalan kelas satu yang tangguh menahan beban kendaraan bertonase berat dalam jangka panjang.
”Ruas-ruas jalan ini mengalirkan volume kendaraan harian yang sangat tinggi. Konstruksinya harus maksimal dan tebal agar memberikan ketahanan jangka panjang bagi pengguna jalan,” imbuhnya.
Permohonan Maaf Atas Disrupsi Lalu Lintas
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyadari bahwa pengerjaan fisik di jalur padat ini memicu disrupsi berupa pelambatan arus lalu lintas dan ketidaknyamanan bagi para komuter.
Terkait dampak tersebut, pihak Pemprov menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada masyarakat pengguna jalan selama masa konstruksi berlangsung. Pengaturan pengerjaan secara bertahap terus diupayakan untuk meminimalkan kemacetan total.
“Infrastruktur yang prima adalah prasyarat mutlak untuk memperlancar distribusi barang, memotong biaya logistik, dan menstimulus pertumbuhan ekonomi daerah. Kami akan terus mengawal megaproyek strategis ini agar rampung tepat waktu demi kemaslahatan masyarakat Sulawesi Selatan,” pungkas Gubernur. (*)

Comment