MEDIATA.ID — Menguasai bahasa Inggris di era globalisasi saat ini tidak lagi cukup hanya dengan mengandalkan hafalan kosakata (vocabulary) dan rumus tata bahasa (grammar). Dibutuhkan sebuah ekosistem dan lingkungan intensif yang merangsang anak untuk terbiasa mendengar, berpikir, sekaligus berbicara langsung menggunakan bahasa tersebut.
Konsep inovatif itulah yang sukses diterapkan oleh Britania School of English melalui program bertajuk English Super Camp & Character Building 2026 yang resmi mulai bergulir sejak Senin (29/6/2026).
Sebanyak 30 peserta yang berasal dari lintas jenjang mulai dari SD, SMP, hingga SMA antusias mengikuti program karantina edukatif ini. Sejak hari pertama, seluruh peserta diwajibkan menjalani placement test ketat untuk memetakan kemampuan awal sehingga proses belajar berjalan efektif dan tepat sasaran.
Terapkan Metode Learning by Doing, Hapus Stigma Takut Salah
Mewakili manajemen Britania School of English, Ms. Eny, menjelaskan bahwa pendekatan utama dalam camp ini adalah menciptakan suasana belajar yang natural, menyenangkan, dan bebas dari tekanan psikologis.
”Anak-anak belajar paling cepat melalui pengalaman langsung. Semakin sering mereka mempraktikkan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari, semakin cepat pula rasa percaya diri mereka akan tumbuh. Kami ingin mereka tidak takut lagi melakukan kesalahan saat berbicara,” urai Ms. Eny.
Selama program berlangsung, para peserta ditantang keluar dari zona nyaman ruang kelas konvensional. Mereka dibiasakan menggunakan bahasa Inggris secara penuh (full English) lewat berbagai instrumen aktivitas seru, seperti:
- Diskusi kelompok interaktif
- Educational games (permainan edukatif)
- Presentasi materi kreatif
- Interaksi sosial harian bersama mentor native/profesional
Membentuk Kebiasaan, Bukan Sekadar Mata Pelajaran
Direktur Britania School of English, Mr. Syah, menegaskan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik langsung (learning by doing) terbukti menjadi formula paling ampuh dalam mendongkrak kemampuan komunikasi verbal anak.
”Kami ingin mendobrak paradigma lama bahwa belajar bahasa Inggris itu harus selalu duduk diam mendengarkan materi teoritis. Di English Super Camp ini, peserta belajar sambil berinteraksi, bekerja sama memecahkan masalah, dan berkomunikasi aktif. Kita ubah bahasa Inggris menjadi sebuah kebiasaan hidup, bukan lagi sekadar mata pelajaran sekolah yang menjenuhkan,” tegas Mr. Syah.
Ia menambahkan, pengelompokan kelas yang didasarkan pada hasil placement test menjadi kunci utama agar iklim kompetisi sehat tetap terjaga. Dengan kemampuan yang setara, setiap anak dapat berkembang bersama tanpa ada yang merasa minder atau kurang tertantang.
Melalui program karantina intensif yang akan berlangsung hingga 11 Juli 2026 mendatang ini, Britania School of English berkomitmen tidak hanya mendongkrak skill linguistik para peserta, melainkan juga menempa karakter mandiri, kepemimpinan, dan kesiapan mental mereka dalam menghadapi tantangan persaingan global masa depan. (*)

Comment