MAKASSAR, MEDIATA.ID — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar membentuk tim shelter warga di lorong Baji Nyawa, Kelurahan Karanganyar Kecamatan, Kecamatan Mamajang, Kamis (18/8).
Sebelum pembentukan tim shelter warga para peserta dibekali materi terkait metode pengambilan data pada lorong wisata yang disajikan langsung oleh dosen pengajar, Andi Hasbi.
Menurutnya, pengumpulan data adalah langkah awal yang wajib dilakukan tim shelter warga sebelum melakukan hal lain.
Pasalnya dari data tersebut, tim shelter warga bisa melihat dan mengetahu info dasar seperti jumlah warga di lorong wisata, jumlah masing-masing gender, umur, dan tingkat pendidikannya.
“Tim kita nanti ini kan bekerja untuk mengetahui apakah ada hak anak atau perempuan yang belum terpenuhi. Seperti seharusnya sudah sekolah tapi belum. Nah yang ini harus didata semuanya,” ucapnya.
Tak hanya itu, ia menyebutkan dari data tersebut bisa dijadikan bahan keterangan berupa himpunan fakta, angka, huruf, grafik, tabel, lambang, objek, kondisi, situasi.
“Data merupakan bahan baku informasi,” sebutnya.
Sementara, salah satu warga setempat, Badir yang hadir pada kegiatan tersebut mengapresiasi langkah DP3A yang melakukan pembentukan shelter warga.
“Saya sudah berkeliling dimanapun ke daerah dan kota untuk mensurvey kebetulan kerja saya seperti itu. Namun, tidak ada yang memiliki program shelter warga yang keren ini,” ungkapnya.
Untuk diketahui, program shelter warga yang diinisiasi oleh Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto merupakan satu-satunya di Indonesia. Dan terbukti, banyak dari kota lain yang study banding soal shelter warga tersebut. (*)

Comment