Makassar Bebaskan Iuran Sampah untuk Warga Miskin: Strategi Menuju Kota Bersih dan Inklusif

MEDIATA.ID — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional 2025, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif dan kolaboratif di area Car Free Day Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Hotel Novotel, mulai pukul 06.00 WITA.

Momentum peringatan tahun ini menjadi lebih istimewa dengan peluncuran program unggulan Pemkot Makassar: pembebasan iuran sampah bagi warga berpenghasilan rendah, khususnya mereka yang menggunakan listrik berdaya 450 hingga 900 VA. Program ini akan mulai diterapkan pada tahun 2025 dan telah difinalisasi melalui revisi Peraturan Wali Kota (Perwali).

Kepala DLH Kota Makassar, Helmi Budiman, menyampaikan bahwa mekanisme penetapan penerima manfaat dilakukan berdasarkan identifikasi kategori rumah tangga tidak mampu, yang salah satunya ditentukan melalui penggunaan daya listrik rendah.

“Perwali menjadi landasan hukum dari program ini. Namun, ini baru awal dari upaya panjang,” ujar Helmi, Jumat (27/6/2025).

“Ke depan, kami akan menyusun peta jalan (roadmap) pengelolaan sampah yang lebih komprehensif—mulai dari aspek edukasi dan regulasi, hingga pemberian insentif bagi pelaku usaha serta sistem penghargaan bagi pihak-pihak yang terlibat aktif,” tambah Helmi.

Selain peluncuran program, agenda peringatan Hari Lingkungan Hidup juga diisi dengan pameran produk inovatif di bidang pengelolaan sampah, diskusi publik, dan kampanye edukatif yang melibatkan lintas sektor. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai komunitas pegiat lingkungan dan masyarakat umum sebagai bagian dari upaya kolaboratif mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.

“Kami ingin menciptakan gerakan bersama. Ke depannya, Makassar harus menjadi kota yang bersih karena kesadaran warganya, bukan semata karena regulasi,” tegas Helmi.

Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi masyarakat, Pemkot Makassar terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat serta menumbuhkan budaya hidup bersih dan peduli lingkungan sebagai identitas kota. (*)

Comment