Antre Investasi, 16 Negara Bidik Proyek Strategis di Kota Makassar

MEDIATA.ID — Ajang Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Kota Makassar langsung membuahkan hasil konkret bagi sektor perekonomian daerah. Tercatat, sebanyak 16 negara dari total 28 negara delegasi asing secara resmi menyatakan minatnya untuk melakukan pertemuan bisnis lanjutan guna menjajaki peluang investasi strategis di Kota Daeng.

​Ketertarikan para investor dunia ini mencuat setelah Pemkot Makassar bersama Kementerian Luar Negeri RI menggelar Business Forum di Hotel The Rinra, Makassar, Rabu (24/6/2026).

​Dalam forum bisnis tersebut, sejumlah proyek infrastruktur dan ekonomi skala besar dipaparkan langsung di hadapan para duta besar dan korps diplomatik internasional. Sektor-sektor yang ditawarkan meliputi pengembangan pariwisata terpadu di kawasan Pulau Spermonde, pembangunan infrastruktur perkotaan, perluasan kawasan industri untuk pabrik baru, hingga investasi pada moda transportasi publik modern.

​Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan bahwa pendekatan lewat diplomasi budaya dan kuliner khas Sulawesi Selatan sebelumnya terbukti ampuh mencairkan komunikasi, hingga berlanjut pada komitmen bisnis yang serius.

​”Ada sekitar 16 negara yang duduk bersama dengan kita untuk membahas apa yang kita miliki dan apa yang mereka butuhkan. Efek dari ajang ini tidak hanya berhenti di meja makan, kita berbicara tentang langkah nyata di bidang ekonomi, investasi, dan perluasan perdagangan perdagangan internasional,” ujar Munafri.

​Pria yang akrab disapa Appi ini menambahkan, forum bisnis ini sengaja didesain untuk menjembatani pengusaha lokal agar bisa terkoneksi langsung dengan jaringan pasar global bawaan para duta besar. Selain Makassar, kabupaten dan kota lain di Sulawesi Selatan juga diberi ruang untuk mengekspos komoditas unggulan mereka.

​Sebelumnya, dalam jamuan resmi di Benteng Fort Rotterdam, para delegasi dunia sempat disuguhi pertunjukan epik mahakarya sastra dunia peraih warisan UNESCO, La Galigo, yang dipentaskan di atas panggung berbentuk kapal Pinisi, sembari menikmati belasan kuliner kaya rempah khas Makassar.

​Langkah agresif Pemkot Makassar dalam membuka keran investasi di sektor industri dan transportasi publik ini diproyeksikan mampu membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal, sekaligus memperkokoh posisi Makassar sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi terkuat di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Comment