Gandeng Universitas Ciputra, Disparpora Bulukumba Dorong Wisata Tanjung Bira Berbasis Green Innovation

MEDIATA.ID — Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bulukumba resmi menggandeng Tim Riset Universitas Ciputra Makassar untuk memperkuat daya saing pariwisata daerah. Kolaborasi strategis ini difokuskan pada penerapan konsep green leadership, green human capital, dan green innovation di Gedung Pinisi, Kabupaten Bulukumba, Selasa (30/7/2026).

​Kepala Disparpora Bulukumba, Hamrina A. Muri, mengungkapkan bahwa sebagai daerah yang dikenal dengan identitas Butta Panrita Lopi (bumi ahli pembuat kapal Pinisi), Bulukumba memerlukan pendekatan tata kelola modern agar potensi alamnya memberi dampak ekonomi riil bagi masyarakat setempat.

​”Bulukumba memiliki kekuatan besar mulai dari wisata bahari Tanjung Bira, budaya pembuatan perahu Pinisi, hingga kreativitas pelaku UMKM. Tantangan kita ke depan adalah bagaimana mengemas keunggulan ini secara berkelanjutan dengan memposisikan masyarakat sebagai aktor utamanya,” ujar Hamrina A. Muri.

​Menempa Sumber Daya Manusia Berbasis Green Capital

​Hamrina, yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Bulukumba, menegaskan pentingnya keterlibatan sektor pendidikan tinggi untuk menyuplai ilmu pengetahuan bagi generasi muda penopang industri pariwisata.

​Pakar Sumber Daya Manusia dari Universitas Ciputra Makassar, Dr. Mustika Kusuma Basir, S.Psi., M.M., membenarkan bahwa fondasi utama dari destinasi wisata yang kompetitif berada pada kualitas manusianya. Kesadaran terhadap lingkungan harus berjalan selaras dengan inovasi bisnis pelayanan (hospitality).

​”Pariwisata berkelanjutan membutuhkan green human capital. Artinya, masyarakat lokal tidak hanya sekadar menjadi penonton, melainkan pelaku yang memiliki kompetensi, kreativitas tinggi, serta kesadaran menjaga ekosistem lingkungan sekitar tempat mereka mencari nafkah,” papar Dr. Mustika.

​Akuntabilitas Keuangan UMKM dan Strategi Komunikasi Digital

​Dari sisi tata kelola dan akuntabilitas keuangan sektor publik, Dr. St. Salmah Sharon, SE., M.Si., Ak., menilai bahwa lonjakan kunjungan wisatawan ke Tanjung Bira harus diimbangi dengan manajemen yang transparan dan bertanggung jawab.

​”Keberhasilan sektor pariwisata diukur dari bagaimana daerah mampu memastikan pengelolaan sumber daya berjalan transparan dan berdampak langsung pada keberlanjutan UMKM lokal. Hasil riset akademis ini kami harap bisa menjadi kompilasi referensi kebijakan bagi Pemkab Bulukumba,” jelas Dr. Salmah.

​Guna meluaskan jangkauan pasar, pakar komunikasi komunikasi digital Universitas Ciputra, Muh. Syulhasbiullah, S.I.Kom., M.I.Kom., menambahkan bahwa narasi besar (storytelling) sejarah maritim Bulukumba wajib diintegrasikan ke platform digital.

​”Bulukumba punya magnet kuat lewat narasi budaya Pinisi dan eksotisme pantai. Transformasi digital lewat pembuatan konten kreatif di media sosial akan menjadi instrumen utama untuk memperluas pasar promosi hingga ke tingkat internasional,” pungkas Syulhasbiullah. (*)

Comment