SELAYAR,MEDIATA.ID-Dibawa Komando Jendral Lapangan Muh Ikmal , sejumlah masyarakat menggelar aksi turun ke Jalan berkaitan terjadinya Kelangkaan Bahan Bakar Minyak ( BBM ) jenis Solar di Jampea Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dari puluhan masyarakat yang hadir dimaksud, mereka mengatasnamakan Forum Komunikasi Masyarakat Pesisisir Menggugat ( Forkomp- Menggugat ) ini. Menggelar Aksinya dengan menyampaikan orasi di halaman Kantor Camat Pasimasunggu, Senin ( 6/12/2021).
Dalam aksi ini, para penggelar aksi menyampaikan sedikitnya 3 tuntutan yang disampaikan Melalui 2 orang oratornya secara bergantian masing masing Abd. Pattah ( Sese ) dan Jamal dibawa pengawalan Anggota Polsek dan Koramil setempat.
Usai berorasi, 10 orang dari penggelar Aksi , termasuk Muh Ikmal selaku Jendral Lapangan dan Abd. Pattah ( Sese ) serta Jamal selaku orator diarahkan masuk ruangan yang diterima Kasi Pemerintahan Kantor Camat Pasimasunggu Nur Amin Arsyad ,S. Sos.
Selain Kasi Pemerintahan, Nur Amin Arsyad, juga tampak Kepala Seksi Ekbang. Awaluddin ,SE, Aiptu Gusti Putu Raka mewakili Kapolsek dan Serma Baharuddin mewakili Dan Ramil Pasimasunggu serta Muh. Pajar Sidik selaku pengelola APMS. Jampea.
Dalam pertemuan ini, perwakilan aksi yang diwakili Abd. Fattah dan Jamal , lagi lagi kembali menyampaikan 3 tuntutan diantaranya. Pertama , Meminta Klarifikasi dari Pengelola APMS terhadap adanya dugaan Penyaluran ke Industri ( MP ) , ke dua, Meminta Pemerintah Kecamatan dan APMS untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta yang ke 3 , Ketika Indikasi tersebut benar adanya, maka itu harus dihentikan.
Mendengar tuntutan mereka, Nur Amin Arsyad selaku mewakili Camat yang lagi berada di Selayar menyampaikan permohonan maaf dari camat atas ketidak hadirannya karena urusan Dinas.
Selanjutnya ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran mereka karena menurutnya, kelangkaan BBM ini bukan cuma terjadi di Jampea, melainkan juga terjadi di Daratan Selayar selaku ibu Kota Kabupaten.
“Terimakasih karena teman-teman sekalian datang disini, tentunya kita akan mencari jalan keluar untuk mendapatkan solusi terbaik karena permasalahan ini adalah permasalahan kita bersama yang juga turut kita rasakan utamanya para petani ditengah musim tanam seperti saat ini yang sudah pasti membutuhkan banyak solar” jelas Nur Amin.
Ditambahkan Nur Amin, apa yang menjadi tuntutannya , pihak pemerintah telah melakukan koordinasi ke pihak pihak terkait untuk pemunuhan kebutuhan Solar dan jenis BBM lainnya.
Sementara Muh. Pajar Sidik selaku Pengelola Agen Penyalur Minyak dan Solar ( APMS ) Jampea dalam penjelasannya mengatakan, sebenarnya Solar di Jampea tidak langka, hanya saja kita batasi penjualannya setiap hari untuk menghindari kelangkaan itu atau habis sama sekali.
Terkait adanya dugaan penyaluran ke Industri ( MP ) pengelola APMS dalam penjelasannya dikatakan, sebenarnya Jatah Ke MP itu hanya nebeng di APMS karena hanya 1 unit Kapal Tangker yang mengangkut ke Jampea.
Lagi lagi Para penggelar aksi timbul mosi tidak percaya karena menurut mereka jika seperti itu , perselingkuhan bisnis tetap akan terjadi. Dengan demikian pihaknya meminta agar jatah Industri ( MP) di pisahkan dengan jatah APMS yang bersubsidi itu.
Dengan demikian hasil dari pertemuan yang memakan waktu 1 Jam lebih ini, telah menghasilkan beberapa kesimpulan diantaranya. 1. Transparansi Pengelolaan APMS. 2. APMS tidak melayani masyarakan yang menitip BBM yang sudah dibelinya.( Beli harus ambil ). 3. APMS tidak membolehkan Industri ( MP ) nebeng dan gabung dengan jatah APMS. 4. APMS memperbaiki Managemen pengelolaannya dengan berkoordinasi Pemerintah Kecamatan. 5. Setiap Kapal tengker datang, data ( jumlah BBM yang masuk di APMS. Harus dibuka untuk diketahui publik.
Dari beberapa kesimpulan yang ada, Muh. Pajar Sidik selaku pengelolah APMS jampea bersedia menjalankan itu kecuali pada poin 3 yang menyebutkan APMS tidak membolehkan Industri ( MP ) Nebeng dan gabung dengan jatah APMS karena ini kebijakan dari pimpinan di Selayar.(Muhsar)

Comment