MEDIATA.ID — Wakil Bupati Gowa sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Darmawangsyah Muin, membuka Rapat Koordinasi TPPS Kabupaten Gowa di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan target penurunan angka stunting di Gowa hingga mencapai 13 persen.
“Pertemuan ini sangat strategis. Kita sudah berada di angka 17 persen, dan saya yakin dengan sinergi semua pihak, kita bisa capai target 13 persen,” ujar Darmawangsyah.
Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh stakeholder yang telah berkontribusi dalam menurunkan prevalensi stunting secara signifikan. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Gowa menurun dari 33 persen pada 2022 menjadi 21,1 persen di 2023, dan kembali turun ke 17 persen pada 2024.
Darmawangsyah menekankan pentingnya penganggaran yang terarah dan tidak tumpang tindih antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mencontohkan agar Dinas PPKB fokus pada program Keluarga Berencana, sementara OPD lain menyesuaikan dengan peran masing-masing.
“Dengan penganggaran yang spesifik, kebutuhan masyarakat bisa lebih tepat sasaran melalui kader-kader KB dan operator lapangan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti peran penting para operator stunting sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan program. Keberlanjutan dan konsistensi program menjadi kunci untuk mencapai angka satu digit di masa mendatang.
Kepala Dinas PPKB Gowa, Sofyan Daud, melaporkan bahwa saat ini terdapat 90 operator stunting aktif yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Gowa. Mereka berasal dari berbagai unsur, seperti staf kecamatan, tenaga Puskesmas, penyuluh KB, dan petugas OPD lainnya.
“Operator ini menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan dan koordinasi program stunting di tingkat lokal,” ungkap Sofyan.
Ia menambahkan bahwa Rakor TPPS ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi lintas sektor, mengingat penurunan stunting bukan hanya program prioritas nasional, tetapi juga komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan. (*)

Comment