Amran Sulaiman Dapat Anugrah Tanda Kehormatan, Pengamat: Bukti Prestasi Amran Sulaiman

JAKARTA, MEDIATA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal memberi anugrah tanda kehormatan ke Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Dr. Ir Andi Amran Sulaiman.

Pemberian tanda kehormatan ini rencananya bertepatan peringatan Hari Pahlawan Nasional, Rabu 11 November 2020, di Jakarta.

Keterangan ini bersumber dari staf Biro Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, Sekretariat Militer Presiden Febby Riandary, Sabtu (7/11).

Penghargaan ini ke Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan mantan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

Menanggapi hal ini, Pemerhati kedaulatan pangan Prof. Tjipta Lesmana menilai wajar Andi Amran menerima penghargaan tersebut.

“Saya sangat memuji kinerja Andi Amran Sulaiman upayanya menegakkan kejayaan pangan Indonesia. Tahun 2016 tidak ada lagi impor beras,” kata Prof Tjipta.

Andi Amran adalah sosok yang tidak banyak bicara, tidak banyak diam, dan pekerja keras.

“Pak Amran ini pekerja keras yang banyak di lapangan. Intens monitoring ke lapangan. Bergerak cepat,” ujarnya.

Pengamat Ekonomi, Ichsanuddin Noorsy menuturkan, penghargaan ini bukti bahwa kinerja Amran Sulaiman rapor baik.

“Kebijakannya terkadang berhadapan dengan mafia,” kata Ichsanuddin Noorsy.

Kendati kerap memperoleh tantangan, Noorsy menilai, Amran Sulaiman seolah tak gentar menghadapinya. Menurut Noorsy, Amran Sulaiman terus bekerja untuk menggapai hasil optimal.

“Mafiia (pangan) pakai segala cara untuk menjelekkan Amran Sulaiman sampai ingin menyerang karakter personal Amran,” kata Noorsy. (*)

Comment