1,7 Juta USD untuk Keluarga dan Kemerdekaan Rakyat Palestina

MAKASSAR, MEDIATA.ID — Yayasan Mahad Islam Rafiah Akhyar (MIRA) melalui Ustad Adi Hidayat menyalurkan bantuan kemanusian untuk Rakyat Palestina. Hal tersebut disampaikan Ustad Adi Hidayat melalui video di laman youtube Adi Hidayat Official.

Dalam video berdurasi 15:59 menit, Ustad Adi Hidayat menyampaikan bila dalam kurun waktu 6 hari sejak dibuka donasi kemanusiaan untuk Palestina, terkumpul sebanyak Rp30 Milyar.

“Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Izinkan saya Adi Hidayat menyapa, dan mendoakan kita semua, semoga senantiasa dirahmati dilindungi dan disayangi oleh Allah subhanahu wa taala. Pada hari ini Senin bertepatan 24 Mei 2021 masehi, saya dengan cepat menyampaikan bahwa dalam rentang 6 hari kita membuka untuk mengumpulkan donasi dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang kami buka, terkumpul Rp 30.880.110.889.54,” kata Ustad Adi Hidayat.

Yayasan MIRA juga akan menyampaikan jumlah dan teknis penyaluran dan juga turunan-turunan informasi terkait lanjutan dari amah yang dititipkan kepadanya.

“Donasi yang dapat dikumpulkan selama 6 hari dengan mengucap syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Alhamdulillah. Dan semoga ini menjadi awal langkah keberkahan harta kita dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan apa yang bisa kita jawab saat dihisap setidaknya berkontribusi pada nilai-nilai kebaikan yang jadi ibadah,” katanya.

Ustad Adi Hidayat mengatakan, bahwa sepenuhnya dana ini akan kita salurkan untuk kepentingan Rakyat Palestina, Masyarakat Palestina, Bangsa Palestina, lebih spesifik Kemerdekaan Palestina.

Ustad Adi Hidayat juga pendiri Quantum Akhyar Institute menguraikan, kami akan membagi tiga donasi yang dimaksudkan dari dana yang telah terkumpul sebagai berikut:

Pertama, Dari Rakyat Indonesia untuk Keluarga di Gaza

Kepada masyarakat yang terdampak secara langsung kurang lebih 11 hari sampai dengan tercapai gencatan senjata, khususnya menimpa masyarakat di Wilayah Gaza.

“Alhamdulillah kemarin kami telah menerima pengajuan resmi dari relawan kita di Gaza terkait kebutuhan mendesak, melalui surat lembaga kemanusiaan Internasional Networking for Humanitarian (INH). RAB Program bantuan darurat Gaza dalam bentuk US Dollar karena rupiah di Gaza tidak bisa digunakan maka dimintakan kemudian kepada kami dalam bentuk US dollar,” ungkap Ustad Adi Hidayat.

Dirinya pun membacarakan uraian-uraian yang dibutuhkan:

1. Untuk keperluan logistik berupa box sembako yang mampu bertahan selama 40 hari untuk satu keluarga beranggota 5 sampai dengan 7 jiwa detil terlampir kita bacakan lampirannya:
– volume 1000 keluarga satuan Bos harga per dus nya 50 dolar totalnya 50000 dolar
2. bantuan tunai keluarga Syuhada yang menjadi korban dari agresi ini volume 500 keluarga satuan dalam bentuk amplop setiap amplop 500 dolar jumlah 250000 dolar.
3. Bantuan uang tunai korban luka 500 keluarga kemudian satuan amplop Setiap keluarga mendapatkan setiap amplop 200 dolar jumlah total 100000 dolar.
4. Voucher belanja ada 1000 keluarga satuannya bentuknya kupon ya setiap kepon berjumlah 50 dolar kemudian totalnya 50000 dolar.
5. Pengadaan tempat tinggal bagi pengungsi yaitu biaya kontrakan selama 3 bulan 200 dolar per bulan + perabotan yang 400 dolar kemudian ada 100 keluarga di sini satuannya keluarga harganya ada 1000 di sini kemudian jumlah total Rp100.000 Jadi dikalikan ya teman-teman sekalian jadi 100000 dolar.
6. Obat-obatan ini berjumlah 50.000 US dollar totalnya. Ambulans 3 unit ya, 1 unitnya 55.000 dollar US total 165.000 dolar.
7. Bantuan ambulance sebanyak 3 unit, per unit 55000 US dolar jadi total 165.000 US dollar.

“Keseluruhan permintaan yang disampaikan kepada kami untuk kebutuhan mendesak sejumlah 715.000 US dolar atau dikisaran Rp 10,2 miliar,” katanya.

“Kami kemudian respon karena ini amanah dari teman-teman untuk disampaikan, maka kami kirimkan surat jawaban dari Yayasan Mahad Islam Rafiah Akhyar. Tanpa dikurangi sedikit pun akan dikirimkan ke nomor rekening BSM atas nama Internasional Networking for Humanitarian sebanyak Rp10,2 Milyar,” tambahnya.

Kedua, Dari Rakyat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina

Ustad Adi Hidayat mengatakan, bagian kedua dari donasi yang terkumpul, diberikan dalam bentuk donasi Kemerdekaan Rakyat Palestina, yang kita harapkan dengan ini mempercepat proses dan mempermudah proses pelaksanaan tercapainya Kemerdekaan untuk Negara Palestina.

“Karena sifatnya terkait dengan aspek-aspek kemerdekaan maka kita ingin mengambil langkah yang lebih kuat, maka kami akan serahkan bantuan atau donasi yang terkumpul dari teman-teman semuanya melalui Duta Besar Palestina di Indonesia sebesar 1.000.000 USD dari Rakyat Indonesia untuk Negara Palestina,” katanya.

“Saya tidak ingin mengatakan ini dari seorang Adi Hidayat, walaupun kita berusaha mengumpulkan dengan baik tapi kita ingin dinilai ini persembahan Rakyat Indonesia. Dari Masyarakat Indonesia ini ucapan terima kasih atas support Palestina berikan kepada kita untuk mendapatkan kenikmatan, kedamaian beraktivitas sebagai Rakyat Indonesia yang telah merdeka, maka ini sebagian kecil yang kita bisa persembahkan untuk Palestina,” ungkap Ustad Adi Hidayat.

Ketiga, untuk Mahasiswa Palestina Belajar di Indonesia

Ustad Adi Hidayat menuturkan, sebanyak Rp5 Milyar dari donasi yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung aspek pendidikan Palestina.

“Izinkan kami lembaga MIRA bekerjasama dengan kampus-kampus di Indonesia untuk dapat menerima mahasiswa-mahasiswa Palestina belajar di Indonesia. Saya ingin ada insinyur, ada ahli pertanian dan ahli listrik lulusan Indonesia yang nanti akan membangun kembali Palestina dengan Izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” jelasnya.

Sebelum menutup, Ustad Adi Hidayat menyampaikan bahwa MIRA dalam artian disini milik rakyat Indonesia untuk Palestina. Ambulance dan logistik obat-obatan milik Rakyat Indonesia untuk Palestina.

Akhir videonya, Ustad Adi Hidayat menyampaikan bila organisasinya tertib administrasi. Laporan keuangannya diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Muhammad Yuditama Al-kautsar. Pihaknya memperkenankan lembaga PPATK ataupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melihat bagaimana transaksi yang bergulir di dana donasi yang dikumpulkan.

“Sehingga dengan itu bisa diawasi, bisa dilihat dan kami bisa diingatkan jika ada yang tidak jelas, sehingga bisa di klarifikasi dan dengan itu diketahui oleh publik secara transparan. Itu yang ingin kami capai. Tiada niat lain kecuali ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Memberikan pesan kepada seluruh Bangsa Palestina bahwa kami bersama mereka dalam nilai-nilai kebaikan. Terima kasih untuk semuanya,” katanya. (*)

Comment