Tingkatkan Peran Orang Tua dan Guru dengan Memahami Penggunaan Platform Pendidikan

MANADO, MEDIATA.ID — Sebanyak 1.091 peserta mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Manado, Sulawesi Utara secara virtual pada 26 Agustus 2021. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema yang dibahas adalah “Menjadi Pendidik yang Cerdas dan Cakap Digital”.

Webinar ini dimoderatori oleh Mad Syaifuddin dan menghadirkan empat narasumber, yaitu praktisi teknologi pendidikan, Ubaidillah Fatawi; pegiat literasi, Mursyid Kambayang; pegiat literasi pendidikan, Makbul Moh Jafar; dan narablog, Dewi Rieka. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Materi pertama dibawakan oleh Ubaidillah Fatawi yang menyampaikan tema “Bekal Guru untuk Generasi Alpha”. Menurut dia, pembelajaran daring menuntut para guru untuk memahami penggunaan aplikasi digital sebagai alat bantu belajar, misalnya Canva, Miro, Slido, serta Google Form. Untuk meningkatkan kapasitas, tenaga pendidik juga harus terampil belajar mandiri dengan memanfaatkan mesin pencari aplikasi Google.

Selanjutnya, Dewi Rieka mengusung materi berjudul “Internet Aman untuk Anak dan Remaja”. Ia mengatakan, dua hal yang perlu diwaspadai dalam penggunaan internet adalah perundungan siber dan child grooming atau upaya membangun hubungan orang dewasa yang bertujuan untuk melecehkan anak. Langkah bagi orangtua untuk menjaga keamanan internet anak, di antaranya, turut bergabung dalam aktivitas internet anak, membuat peraturan bersama, serta ajarkan menjaga data privasi. “Kenalkan situs yang aman untuk anak seusianya,” imbuh dia.

Pemateri ketiga, Makbul Moh Jafar, memaparkan materi bertema “Peran Komunitas Akademik dalam Pendidikan di Era Digital”. Menurut dia, komunitas akademik adalah kelompok guru-guru yang memiliki kegiatan webinar untuk memperkuat literasi tenaga pendidik dalam pengelolaan kelas selama pandemi Covid-19. Dengan begitu, guru dapat membuat pembelajaran lebih menarik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. “Selain kecerdasan, kemampuan yang juga harus dibentuk pada anak-anak adalah sikap spiritual dan sosialnya,” katanya.

Narasumber terakhir, Mursyid Kambayang, menyampaikan paparan berjudul “Rekam Jejak Digital di Ranah Pendidikan”. Ia mengatakan, guru dan orangtua memiliki peran penting dalam mengawasi keamanan digital anak, sehingga harus menguasai penggunaan internet. Selain itu, perlu juga dibuat standar tentang batasan dalam jaringan, keamanan informasi pribadi, serta cara menggunakan situs jejaring sosial. “Orangtua dan guru harus mau mendampingi anak supaya mereka tahu ada yang berbahaya di jari dan tangan mereka,” tuturnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh para peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Salah satu peserta, Danu Umbara, bertanya tentang penerapan sistem belajar campuran atau blended learning. Menanggapi hal tersebut, Makbul mengatakan, penerapan blended learning merupakan upaya pemerintah untuk transisi dari pembelajaran penuh daring sejak masa pandemi mengarah ke sistem pembelajaran tatap muka.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Comment