Keluarga Besar Ponpes Darul Ulum Pao Eatang Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW

PENULIS : MUHSAR

SELAYAR,MEDIATA.ID-Mengangkat Tema Membangun Sinergitas Dalam Rangka Memantapkan Iman dan Taqwa, Keluarga Besar Pondok Pesantren Darul Ulum Pao Etangan dibawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Jampea (Yapisja) menggelar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW  1444. H.

Kegiatan ini berlangsung di Mesjid Al Ikhlas sebagai Markas Besar Ponpes Darul Ulum Pao Etang Sabtu, 18/2-2023 M / 27 Rajab 1444 M.

Tampil sebagai pembawa Hikmah Isra’ Mi’raj adalah Pimpinan yang sekali gus Pengasuh Ponpes . Drs. Ahmad Rasyid Mangga. MH yang dihadiri Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Muh. Asdar. SE mewakili Camat Pasimasunggu Timur, Kepala Desa Bonto Baru Daeng Malimbang, Kepala SMP Islam Terpadu Sahruddin. S. Pd, Ketua Persatuan Orang Tua Siswa ( POS ) Amiruddin. S. Pd dan segenap Orang tua Santri Santriwati Ponpes.

Dalam ceramahnya, Ahmad Rasyid Mangga menguraikan Sejarah singkat perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Makkatul Mukarramah ke Masjidil Aksa di Palestina hingga ke langit yang ketujuh sampai tembus ke Sidratul Muntahan bertemu Allah, SWT.

Nabi Muhammad dalam menerima perintah Shalat, sempat bolak balik hingga 9 kali karena memohon agar perintah Shalat sebanyak 50 Kali sehari semalam dikurangi karena terlalu berat buat ummatku kelak.

Ahirnya pada pertemuan ke 9 kalinya itulah , Nabi Muhammad sudah merasa enggan kembali melakukan permohonan pengurangan dan telah menyanggupi perintah Sholat 5 kali sehari semalam itu.

Namun demikian uarai Ustas Ahmad Mangga panggilan Akrab dari Pengasuh Ponpes ini menyebutkan walaupun hanya 5 Kali sehari semalam namun pahalanya sama dengan 50 kali karena itulah kehebatan Sholat.

Bahkan ia menegaskan dihadapan Majelis barang siapa yang tidak menegakkan Sholat, maka berati dia telah meruntuhkan Agama serta telah merobohkan perjuangan Rasulullah bersama para Sahabatnya.

Rasulullah sendiri hingga ahir hayatnya masih tetap mengingatkan Ummatnya agar tetap menjaga Sholatnya karena Sholat itu penggur dosa.

Pada bagian ahir dari ceramahnya kembali ia mengingatkan jamaah agar tetap memoerbanyak Salawat kepada Nabi Muhammad SAW. Manusia yang paling kikir adal manusia yang ketika mendengar nama Rasulullah di sebut lalu ia tidak bersalawa padanya.

Sebelumnya, Camat Pasimasunggu Timur yang diwakili Kasi Kesejahteraan Sosia Muh. Asdar. SE dalam sambutannya menyampaikan apresiasi  kepada segenap pembina dan Santri Ponpes Darul Ulum Pao Etang ini karen walaupun usianya yang belum cukup 3 tahun namun sudah mampu membawa nama harum Pasimasunggu Timur di ajang STQ Tingkat Kab. Kepilauan Selayar.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Kepala Desa Bonto Baru Daeng Ma’limbang, menurutnya, kegiatan ini suatu hal yg sangat positif dan patut dicontoh. Karena memperingati saja belum tentu kita faham sejara Islam dan perjuangan Nabi , apa lagi jika tidak dilaksanakan?  untuk itu kita berharap semoga kegiatan ini kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari peringatan ini.

Akan halnya Ketua Persatuan Orang Tua Siswa ( POS ) Amiruddin. S. Pd. Menyampaikan lewat sambutannya  agar dengan Peringatan Isra’ dan Mi’raj ini kita tanamkan keyakinan serta memperkuat keimanan untuk diamalkan.

Sementara itu ketua Panitia yang juga kepala SMP Islam Terpadu ( SMP IT) Sahruddin, S. Pd dalam laporan singkatnya menyebutkan bahwa Tujuan dari peringatan ini adalah guna menjalin silaturrahim dan menyegarkan fikiran kita pada perjuangan Rasulullah dalm menerima perintah sholat.

Akhirnya ia menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan semua pihak sehingga acara ini bisa terlaksana , selanjutnya permohonan maaf juga disampaikan sekiranya dalam pelaksanaan ini ada yang tidak berkenan , insya Allah kedepannya akan lebih baik lagi.(**)

Comment