MEDIATA.ID — Ikatan Keluarga Pangeran Diponegoro (IKAPADI) Makassar menggelar istighosah dan doa bersama di Kompleks Makam Pangeran Diponegoro, Kamis (4/9).
Acara ini ditujukan untuk keselamatan bangsa dan negara, sekaligus mendoakan para pemimpin serta rakyat Indonesia agar senantiasa mendapat perlindungan dan kemudahan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Ketua IKAPADI Makassar, Saiful Ahmad Diponegoro, menegaskan pentingnya momentum doa bersama ini.
“Di tempat bersejarah ini, kita bermunajat memohon ampunan, rida, perlindungan, dan bimbingan Allah SWT. Semoga bangsa ini dijaga dari perpecahan, diberi kekuatan menghadapi ujian, dan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya.
Terkait maraknya aksi demonstrasi yang memakan korban jiwa, Saiful menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa. Ia berharap penyampaian pendapat di ruang publik tetap berjalan aman, damai, dan tertib.
IKAPADI juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemimpin negeri untuk menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan, dengan meneladani semangat perjuangan Pangeran Diponegoro.
Menanggapi wacana pemindahan makam Pangeran Diponegoro ke Jawa, Saiful menilai penghormatan terhadap sang pahlawan dapat dilakukan tanpa memindahkan makam.
“Revitalisasi kompleks makam di Makassar lebih tepat, agar catatan sejarah tak terhapus dan wasiat beliau tetap terjaga, yakni dimakamkan dekat anak-anaknya,” tegasnya.
IKAPADI Makassar menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam merawat semangat nasionalisme berbasis budaya, tradisi, dan sejarah bangsa.(‘)

Comment