Kemendukbangga/BKKBN Sulsel Gelar Penguatan Strategi, Apresiasi Inovasi Daerah

MEDIATA.ID – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar kegiatan strategis di Hotel Almadera, Kota Makassar, Senin (1/12/2025).

Acara bertajuk “Penguatan Keluarga Berencana: Kebijakan dan Strategi KB Pascapersalinan Tahun 2025” ini, bertujuan mendongkrak capaian Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP) yang hingga menjelang akhir tahun masih jauh dari target.

​Kegiatan ini menghadirkan Kepala Bidang KB dan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dari 24 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, menandakan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam isu kesehatan reproduksi.

​Target 94 Ribu Akseptor, Capaian Baru 68%

Provinsi ​Sulawesi Selatan menargetkan sebanyak 94.455 akseptor KBPP pada tahun 2025. Namun, data terbaru dari Sistem Informasi dan Geografis Alat Kontrasepsi (SIGA-YanKB) per November 2025, menunjukkan capaian di Tingkat Provinsi baru mencapai 64.424 akseptor, atau sekitar 68%.

​Dari 24 Kabupaten/Kota, hanya dua daerah yang berhasil melampaui targetnya, yaitu Kabupaten Bantaeng dan Wajo.

​”Situasi ini menjadi perhatian khusus. Meskipun Rumah Sakit menyumbang lebih dari 40% persalinan di Sulsel, kontribusi mereka terhadap KBPP masih di bawah 30%,” ungkap Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Shodiqin, SH., MM.

Tantangan Geografis dan Akses Jadi Fokus Utama

​Shodiqin menekankan bahwa penguatan kapasitas ini, sangat krusial mengingat tantangan unik di Provinsi ini. Sebagai pusat rujukan Kawasan Timur Indonesia, Sulsel memiliki variasi akses fasilitas kesehatan yang ekstrem.

Daerah kepulauan seperti Selayar dan dataran tinggi seperti Toraja masih menghadapi keterbatasan akses, yang secara langsung berdampak pada rendahnya pelayanan KBPP.

​Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, dan komitmen tenaga kesehatan serta pemangku kepentingan dalam penerapan kebijakan KBPP yang lebih efektif, terutama di fasilitas kesehatan yang memiliki potensi persalinan tinggi.

​Apresiasi Inovasi: Kelompok KB ‘Ayah Peduli’ Jadi Peringkat Pertama

​Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan, sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan praktik baik di Tingkat Daerah. Penghargaan ini diharapkan dapat memicu semangat kompetisi positif dan penerapan model pelayanan KB yang adaptif.

​Berikut adalah daftar penerima penghargaan:

– Nominasi Peningkatan Peran Pemerintah Daerah Melalui Pemberian Apresiasi Inovasi dan Praktik Baik Pelayanan KB tingkat Provinsi Sulawesi Selatan:

Peringkat pertama : Kelompok KB KB Ayah Peduli.

– Nominasi Apresiasi Peran Klinik Swasta dalam Peningkatan Pelayanan KB Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025

Peringkat Pertama : Klinik Lifiyura.

– Nominasi Pemilihan Role Model TPMB dalam Pelayanan KB Kategori Kota Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

Peringkat Pertama : TPMB Sukmawati, S.ST, M.Kes.

– Nominasi Pemilihan Role Model TPMB dalam Pelayanan KB Kategori Kabupaten Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

Peringkat pertama : TPMB Sayang Ibu

Peringkat kedua : TPMB Hasnawati S.ST

Peringkat ketiga : TPMB Hj. Herlina S.ST. (*)


Eksplorasi konten lain dari mediata.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Comment