Cobig Tour Gelar Manasik Umrah Akbar, Ustadz Mustamin Ingatkan Ibadah Sesuai tuntunan Rasulullah

MEDIATA.ID -Sebanyak 400 jemaah umrah yang tergabung dalam Cobig Tour mengikuti manasik sebagai persiapan keberangkatan akhir Juni mendatang, tepatnya tanggal 27 dan 28 Juni.

Kegiatan manasik yang digelar di Balai Pertemuan Hasanuddin (BPH) Kodam XIV Hasanuddin ini, menjadi pembekalan penting, dengan penekanan bahwa pelaksanaan ibadah harus berlandaskan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Seperti yang diungkapkan Ustadz H.Mustamin Musaruddin, Lc Hafidzahullah yang hadir sebagai pemateri, ia menekankan kepada jemaah dalam melaksanakan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah.

Menurutnya ilmu dalam setiap amalan sangat penting sebab seluruh ibadah dalam Islam memiliki landasan yang jelas.

Ia kemudian mengutip firman Allah, “Maka ketahuilah, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas dosa orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usahamu dan tempat tinggalmu.”

Melalui penjelasannya, ia menegaskan bahwa manasik bukan sekadar ritual pelatihan, tetapi bagian dari upaya meluruskan ibadah agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Manasik dan ibadah lainnya harus mengikuti tuntunan Rasulullah,” tegasnya, Selasa (15/06/2026).

Sepanjang kegiatan, jemaah terlihat antusias. Mereka tidak hanya menyimak, tetapi juga mencatat, bertanya. Di antara keramaian itu, terselip doa-doa lirih tentang keluarga yang ditinggalkan, tentang harapan yang dibawa, dan tentang ampunan yang ingin diraih.

Manasik ini menjadi awal dari perjalanan panjang yang bukan hanya menguji fisik, tetapi juga hati. Di tempat itu, ratusan jemaah belajar bahwa umrah bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci, melainkan perjalanan pulang kembali kepada Allah dengan jiwa yang lebih bersih.

Di tempat yang sama , ustadz H. Lukman Jamal, Lc Hafidzahullah, selaku Pembina PT. Cobig Indonesia Kreatif, mengingatkan bahwa perjalanan umrah bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal kebersamaan dan panggilan ilahi.

“Ibadah umrah akan terasa lebih baik ketika dilaksanakan bersama keluarga,” ujarnya di hadapan para jemaah.
Ia juga menegaskan bahwa umrah bukanlah milik orang-orang tertentu semata.

“Umrah bukan milik orang kaya, tetapi milik orang-orang yang dipanggil oleh Allah dan menjawab panggilan itu,” lanjutnya.

Pesan itu disambut dengan anggukan para jemaah. Banyak di antara mereka datang dengan kisah masing-masing, ada yang menabung bertahun-tahun, ada pula yang tak menyangka akhirnya bisa berangkat.

Lebih jauh, Ustadz Lukman mengingatkan pentingnya doa sebagai bekal utama perjalanan.

“Siapkan doa terbaik. Doakan keluarga, doakan suami atau istri kita, dan yang lebih penting, doakan pemimpin kita,” pesannya. (*)

Comment