MEDIATA.ID — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan stigma negatif dan tindakan diskriminatif terhadap pasien Tuberkulosis (TB).
Melalui edukasi kesehatan yang disampaikan oleh Dokter Spesialis Paru RSUD Daya, dr. Nurlinah, Sp.P., MARS, warga diingatkan bahwa perlakuan diskriminatif terhadap penderita TB dapat berdampak serius pada proses penyembuhan serta menghambat upaya pengendalian penyakit.
Dalam video edukasi yang dipublikasikan secara resmi oleh pihak rumah sakit, dr. Nurlinah menjelaskan bahwa stigma sosial masih menjadi salah satu batu sandungan terbesar dalam mengeliminasi TB. Padahal, TB adalah penyakit yang bisa disembuhkan total jika pasien menjalani pengobatan secara tepat dan teratur.
4 Dampak Buruk Stigma Terhadap Pasien TB
Lebih lanjut, dr. Nurlinah membeberkan empat dampak fatal yang dipicu oleh pengucilan terhadap penderita TB:
- Terlambat Diagnosis: Pasien menjadi enggan atau takut memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena khawatir dikucilkan oleh lingkungan sekitar. Akibatnya, diagnosis medis menjadi terlambat.
- Tekanan Psikologis: Stigma menimbulkan beban mental, rasa malu, dan rendah diri yang dapat menurunkan imunitas serta mematahkan semangat pasien untuk sembuh.
- Meningkatkan Risiko Penularan: Karena takut dihakimi secara sosial, pasien cenderung menyembunyikan status kesehatannya dan enggan berobat secara terbuka, sehingga berpotensi menularkan ke orang dekat tanpa disengaja.
- Memicu TB Resistan Obat: Tekanan sosial berpotensi membuat pasien putus obat di tengah jalan. Jika terapi antibiotik berhenti sebelum tuntas, bakteri TB akan bermutasi menjadi resistan obat (kebal), yang jauh lebih berbahaya dan sulit disembuhkan.
Seruan untuk Peduli dan Mendukung
dr. Nurlinah menegaskan bahwa Tuberkulosis bukanlah penyakit kutukan. Bakteri ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun status sosial seseorang. Oleh karena itu, empati dan dukungan moral dari lingkungan terdekat adalah kunci utama.
“Yang perlu dijauhi itu penyakitnya, bukan orangnya. Dukungan penuh dari keluarga, teman, dan tetangga sekitar sangat krusial dalam membantu proses kesembuhan fisik dan psikologis pasien,” pesan dr. Nurlinah.
Melalui kampanye edukasi ini, RSUD Daya Makassar berharap kesadaran publik untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi penyintas TB semakin meningkat. Langkah kolektif ini dinilai penting demi menyukseskan target pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas Tuberkulosis. (*)

Comment