MEDIATA.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat kolaborasi dalam menghadapi penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal itu disampaikan Sekda Makassar Andi Zulkifly saat memberikan arahan dalam rapat persiapan penjaringan desa dan kelurahan berprestasi di Gedung MGC, Senin (15/6).
Menurut Andi Zulkifly, sinergi antarperangkat daerah menjadi kunci untuk memenuhi seluruh indikator penilaian, khususnya karena pelaksanaan lomba tahun ini mengusung tema Transformasi Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas.
“Tahun ini yang berbeda adalah lomba kelurahan dilaksanakan secara tematik. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus memahami indikator penilaian dan menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Kolaborasi menjadi kunci agar seluruh aspek yang dinilai dapat dipenuhi secara optimal,” ujar Andi Zulkifly.
Mantan Camat Ujung Pandang ini menjelaskan, terdapat tiga parameter utama yang menjadi fokus penilaian. Pertama, pengembangan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan koperasi.
Untuk itu, Dinas Koperasi dan UKM diminta menjadi leading sector dengan memastikan seluruh UMKM di Kelurahan Gunung Sari mendapatkan pembinaan, termasuk penguatan kelembagaan koperasi, khususnya Koperasi Merah Putih.
“Pengembangan ekonomi, UMKM, dan koperasi menjadi indikator utama. Seluruh UMKM harus dibina dengan baik sesuai regulasi, termasuk memastikan koperasi aktif karena itu menjadi salah satu ukuran penting dalam penilaian,” katanya.
Parameter kedua, lanjutnya, adalah ketangguhan lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana serta perubahan iklim. Dalam aspek ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial (Dinsos serta perangkat daerah terkait diminta memperkuat pengelolaan sampah, keberadaan bank sampah, edukasi mitigasi bencana, hingga ketahanan pangan masyarakat.
Sementara parameter ketiga berkaitan dengan ketahanan daerah dalam pengendalian inflasi. Oleh karena itu, Dinas Perdagangan, Bagian Perekonomian, serta perangkat daerah lainnya diminta memperkuat program yang mendukung stabilitas harga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain tiga indikator utama tersebut, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu menekankan pentingnya pemenuhan indikator pelayanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan, kebersihan lingkungan, perumahan, sanitasi, hingga kelengkapan administrasi.
“Secara administrasi kita harus lolos terlebih dahulu. Setelah itu akan dilakukan verifikasi lapangan untuk mencocokkan dokumen dengan kondisi nyata. Karena itu seluruh SKPD harus saling bersinergi memenuhi seluruh indikator yang menjadi persyaratan,” tegasnya.
Andi Zul–sapaan akrabnya–juga meminta Bagian Pemerintahan mengoordinasikan seluruh perangkat daerah, sementara Bagian Hukum memastikan seluruh dokumen administrasi, termasuk surat keputusan yang dibutuhkan, telah disiapkan secara lengkap.
Menutup arahannya, Andi Zulkifly meminta Asisten II Sekretariat Daerah Kota Makassar Zainal Ibrahim memimpin koordinasi lintas perangkat daerah agar seluruh catatan dan kebutuhan penilaian segera ditindaklanjuti.
“Kita akan kembali menggelar rapat dengan melibatkan seluruh SKPD yang berkaitan langsung, terutama perangkat daerah yang mendukung indikator utama maupun pelayanan dasar. Saya berharap seluruh kebutuhan dapat segera dipenuhi sehingga Kota Makassar mampu memberikan hasil terbaik pada lomba tingkat Provinsi Sulawesi Selatan,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham membuka rapat persiapan penjaringan desa dan kelurahan berprestasi. Hadir sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).(*)

Comment