Saring 20 Pilot Muda, 192 Putra-Putri Sulsel Berebut Beasiswa Penerbang Pemprov-PPI Curug

MEDIATA.ID — Sebanyak 192 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan resmi bersaing dalam seleksi awal Program Beasiswa Sekolah Penerbang Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Program investasi SDM ini digelar lewat kerja sama taktis bersama kampus penerbangan legendaris, Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug.

​Dari ratusan pendaftar tersebut, panitia hanya akan menyaring 20 talenta terbaik untuk dibiayai penuh menempuh pendidikan kompetensi penerbangan komersial.

​Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Selatan, M. Ishaq Iskandar, memaparkan bahwa seluruh partisipan wajib melewati tiga fase penyaringan yang ketat, transparan, dan akuntabel.

​Tiga Tahapan Krusial Seleksi Beasiswa Pilot Sulsel

​Guna melahirkan penerbang profesional yang tangguh, lini seleksi dibagi ke dalam beberapa klaster pengujian:

    • Fase 1 (Administrasi & Wawancara Awal): Validasi berkas kelayakan dokumen pencalonan dan wawancara dasar oleh panitia internal Pemprov Sulsel.
    • Fase 2 (Akademik & Fisik): Tes Potensi Akademik (TPA), psikotes, uji kesamaptaan (fisik), serta wawancara mendalam kolaborasi antara tim penguji PPI Curug dan Pemprov.
    • Fase 3 (Kesehatan & Bakat): Pemeriksaan Kesehatan Penerbangan (Hatpen) komprehensif serta Tes Bakat Terbang (TBT) untuk mengukur refleks kemandirian udara.

​”Menjadi seorang pilot tidak hanya menuntut kemampuan intelektual yang memadai dan kondisi fisik yang prima. Lebih dari itu, profesi ini membutuhkan karakter kuat, integritas, kedisiplinan tinggi, serta semangat pengabdian tulen untuk memajukan konektivitas transportasi udara di daerah,” urai Ishaq Iskandar, Senin (22/6/2026).

​Harapan Besar Pelajar dari Palopo, Bone, hingga Makassar

​Tingginya antusiasme peserta dipicu oleh kerinduan pelajar daerah untuk menembus profesi penerbang yang selama ini diidentikkan dengan modal biaya mandiri hingga ratusan juta rupiah. Hadirnya intervensi APBD Pemprov Sulsel dinilai menjadi oase bagi mimpi-mimpi anak daerah.

​Muh Revanza, siswa asal SMA Negeri 1 Palopo, mengaku optimistis mengikuti setiap tahapan demi mewujudkan cita-cita masa kecilnya.

​”Saya sangat menyukai dunia dirgantara sejak kecil. Program beasiswa ini adalah kesempatan emas yang membuka jalan bagi kami anak daerah untuk bisa berkontribusi dan mengabdi pada bangsa,” kata Revanza.

​Hal senada diungkapkan oleh perwakilan putri daerah, Zahratun Aini dari SMAN 10 Makassar dan Andi Azizah Muzayyanah dari SMAN 8 Bone. Mereka menilai langkah Pemprov Sulsel membuka akses pendidikan vokasi elit ini sebagai bentuk pemerataan hak pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

​Program Beasiswa Pilot ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang Pemprov Sulsel dalam memperkuat sektor logistik, konektivitas pulau, dan mobilitas antarwilayah di kawasan Indonesia Timur di masa depan. (*)

Comment