SKK KOPRI PMII Makassar Bedah Sinergi Gerakan Perempuan dan “Kurikulum Cinta” Kemenag

MEDIATA.ID — Sekolah Kader KOPRI (SKK) yang digelar oleh Korps PMII Putri (KOPRI) Cabang Kota Makassar menghadirkan narasumber nasional, Farid Saenong. Membawakan materi bertajuk “KOPRI dan Sinergi Gerakan Multisektoral”, ia membedah peta jalan gerakan perempuan di tengah dinamisnya arus pendidikan, sosial, dan kebudayaan modern.

​Dalam pemaparannya, Farid Saenong menjelaskan bahwa gerakan intelektual perempuan saat ini wajib berkelindan dengan isu-isu global, mulai dari keadilan gender, perdamaian, hingga konsep pembangunan berkelanjutan. Gerakan tersebut harus ditransformasikan ke dalam ruang-ruang advokasi, pengorganisasian berbasis komunitas, dan penguatan lembaga pendidikan.

​Menurut Farid, organisasi kader seperti KOPRI memegang peran taktis untuk melahirkan agen perubahan (agent of change). Karena itu, penguatan kapasitas intelektual kader dan pembangunan jejaring lintas sektor menjadi harga mati tanpa harus menanggalkan identitas keislaman, kebangsaan, serta kemanusiaan.

​Menariknya, dalam sesi ruang diskusi, Farid mengaitkan nilai perjuangan emansipasi KOPRI dengan platform edukasi Kurikulum Cinta yang tengah dikembangkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Ia menilai ada tali simpul nilai yang sangat kuat antara keduanya, khususnya dalam membangun jembatan toleransi, persaudaraan, dan komitmen merawat keberagaman.

​“Kurikulum Cinta pada dasarnya mengajarkan bagaimana nilai kasih sayang, penghormatan terhadap perbedaan, dan semangat kemanusiaan menjadi fondasi utama dalam dunia pendidikan dan kehidupan berbangsa. Nilai-nilai ini juga yang hidup dan mengakar di dalam rahim gerakan KOPRI,” papar Farid Saenong.

​Merespons gagasan tersebut, KOPRI PMII Kota Makassar menyatakan sikap siap pasang badan dan berkolaborasi dengan jajaran Kementerian Agama untuk mengimplementasikan program berbasis Kurikulum Cinta, terutama dalam menciptakan ruang-ruang dialog inklusif di lingkungan kampus dan sekolah.

​Sementara itu, Ketua KOPRI PMII Kota Makassar, Misnawati, menyampaikan bahwa ulasan materi riset tersebut menjadi vitamin segar bagi para kader perempuan dalam menatap isu-isu kontemporer. Ia sepakat bahwa kolaborasi dengan instansi vertikal seperti Kemenag adalah langkah strategis untuk memperluas daya dobrak gerakan perempuan.

​”Materi ini mempertegas posisi tawar kader KOPRI di ruang publik. Sinergitas multisektoral, terutama di sektor pendidikan, kini menjadi kebutuhan mutlak agar dampak positif gerakan perempuan bisa dirasakan langsung secara masif oleh masyarakat,” tegas Misnawati.

​Melalui helatan SKK ini, KOPRI PMII Kota Makassar menegaskan kembali komitmennya untuk mencetak corong-corong intelektual perempuan yang progresif, kolaboratif, dan humanis. Dari rahim kaderisasi ini, mereka siap menyebarkan virus perdamaian melalui penguatan nilai-nilai cinta sebagai fondasi utama gerakan sosial. (*)

Comment