Wisuda Cegah Penularan Covid-19 ala Universitas Islam Makassar

MAKASSAR, MEDIATA.ID — Bahagia, ceria, penuh haru dan senang. Begitulah tampak di wajah para wisudawan sarjana dan Pascasarjana Universitas Islam Makassar (UIM).

Hal berbeda prosesi wisuda sebelumnya. Alih-alih mencegah penularan virus corona atau covid-19. Orang tua wisudawan biasa tampak hadir dampingi, kini mereka dipaksa ikuti proses via zoom. Aplikasi video conference populer sejak covid-19 mewabah.

Meski demikian, para orang tua wisudawan tak protes. Mereka maklumi. Ikuti alurnya. Nikmati prosesnya. Mereka bahagia melihat anaknya menyandang gelar sarjana.

“Semua ini karena pihak kampus UIM, wisudawan dan orang tua peduli dan mau cegah covid-19. Kami setuju,” kata salah seorang orang tua wisudawan.

Senin, 21 Desember 2020, Universitas Islam Makassar menggelar wisuda II Sarjana dan Pascasarjana di kampus UIM.

Biasanya, ruangan gedung wisuda ini dipadati sekitar 2000 orang. Kali ini, hanya diisi 500 orang wisudawan.

Deretan kursi peserta berjarak. Satu kursi dan yang lainnya jaraknya 1,5 meter. Sangat sesuai dengan standar WHO cegah penularan covid-19. Apalagi masker. Menjadi barang wajib bagi seluruh hadirin di lokasi wisuda.

“Semuanya wisudawan wajib bermasker. Otomatis panitia pula. Suhu badan yang tinggi langsung dipulangkan. Ini sangat ketat demi menerapkan protokol kesehatan. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” kata Kabag Humas UIM Wachyudi Muchsin di lokasi acara.

Kata dokter Yudi, sapaan akrabnya, pelaksanaan wisuda kali ini super ketat. Panitia sangat perhatikan protkes. Seperti misalnya, wajib ada surat repid bagi wisuda dan dosen, orang tua saksikan via zoom oN line, kapasitas gedung 2000 hanya isi 500 orang dan 3 lapis screaning suhu.

“Handsanitizer tersedia mulai masuk sampai masuk arena wisuda. Tidak ada jabat tangan saat wisuda, tidak ada foto both di area hotel, suhu badan tinggi langsung di pulangkan, jarak kursi wisuda kanan kiri depan belakang 1,5 meter, wajib pakai masker selama acara jika 3 kali di tegur melanggar protap sama petugas langsung di pulangkan, dan setelah acara tidak ada kerumunan di lokasi,” katanya.

Menurutnya, UIM memberi bukti bagaimana tata kelola pendidikan tetap jalan dengan menjadikan protokol kesehatan Covid-19 sebagai panglima tertinggi di tengah pandemik Covid-19.

Rektor UIM DR Ir Hj A Majdah M Zain MSi meminta maaf atas pembatasan dan penerapan protokol Covid19 tersebut. “Wisuda kali ini masih dengan situasi yang sama dengan wisuda sebelumnya yang masih berada pada situasi pandemic Covid 19, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat guna menghindari adanya kluster baru Covid19,” jelasnya.

Majdah mengatakan, sejumlah prestasi dan pencapaian UIM di berbagai bidang dari akademik, pengabdian masyarakat hingga kemahasiswaan.
Secara umum UIM sebagai perguruan tinggi Islam di Indonesia melalui Surat Keputusan dari Badan Akreditasi Nasional Perguran Tinggi (BAN-PT) April 2020 lalu telah berhasil mendapatkan Akreditasi Institusi dengan NIlai B, capaian ini tidak lepas dari kerja keras dan partisipasi seluruh sivitas akademika.

Bidang akademik, lanjut Bendahara ICMI Sulsel itu, pada tahun ajaran 2019-2020 bertambah prodi baru yakni prodi perpustakaan, prodi Teknik sipil, dan prodi kehutanan, Sehingga sampai saat ini UIM mebina 29 prodi, “Semoga dengan bertambahnya prodi baru kuantitas dan kualitas UIM semakin meningkat,” harapnya.

UIM kata Majdah, telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dibandingkan dengan perkembangan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan kualitas pengelolaan tersebut ditandai dengan hampir seluruh program studi memiliki nilai akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Pada kegiatan Pengabdian Masyarakat, LP2M UIM dipercaya oleh Kementerian Desa dan Transmigrasi untuk menyelenggarakan program KKN Tematik di Daerah Transmigrasi Kabupaten Luwu Timur sebagai salah satu PTS penyelenggara KKN Tematik demikian pula Kementeriaan Sosial RI dengan KKN Desa Sejahterah Mandiri dan terakhir dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep untuk program Universitas Membangun Desa melalui KKN Tematik.

Bidang Kemahasiswaan, ungkap Ketua PW Muslimat NU Sulsel itu, berdasarkan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program SIMKATMAWA UIM memperoleh nilai 0.091, dan pada tahun 2020 ini bidang kemahasiswaan memperoleh nilai 5.95

“Yang membanggakan, mahasiswa UIM berhasil meraih beberapa prestasi sepanjang tahun 2019-2020 ini baik kegiatan dikti maupun non dikti baik skala regional maupun interbasional diantaranya sebagai juara I Tafsif Bahasa Arab 30 Juz pada STQ tingkat NAsional di Kalimantan Barat Pontianak tahun 2019 hingga Ilham Yapti, Finalis Yudo Word Campion Cup di Jepang tahun 2019,” urainya. (*)

Comment