MEDIATA.ID — Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Andi Syahrum, menjadi narasumber utama dalam Dialog Publik bertema “Krisis Air Bersih di Makassar: Dari Keluhan Menjadi Solusi Bersama”. Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan di Warkop Aspirasi, Jalan AP Pettarani Makassar, belum lama ini.
Selain Andi Syahrum, diskusi panel tersebut juga menghadirkan Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar Basdir, serta perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar yang diwakili oleh Kepala Bidang Sanitasi, Air Bersih, dan Jasa Konstruksi.
Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sulsel, Diza Rasyid Ali, bersama Ketua Panitia, Muh Fadly, mengapresiasi kehadiran para pembuat kebijakan. Mereka sepakat bahwa ruang diskusi terbuka jauh lebih konstruktif dan solutif dalam mengurai benang kusut pelayanan publik ketimbang aksi demonstrasi di jalanan.
”Jika ada masalah pelayanan, tabiat kita harus duduk bersama mencari jalan keluar. Pemkot, PDAM, legislatif, dan elemen pemuda harus memahami akar masalah secara transparan agar formula solusi yang dilahirkan bersifat jangka panjang, bukan sekadar pemadam kebakaran,” tegas Andi Syahrum.
Soroti Kebocoran Jalur Lekopancing–Panaikang hingga 60 Persen
Dalam pemaparannya yang lugas, Andi Syahrum mengungkapkan bahwa krisis air bersih perkotaan tidak boleh lagi melulu dikambinghitamkan pada faktor alam atau cuaca ekstrem. Ia membongkar problem teknis struktural di sepanjang jalur distribusi utama dari Bendung Lekopancing menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikang.
Penyusutan debit air baku sepanjang 30 kilometer tersebut dinilai sudah berada dalam tahapan yang sangat kritis:
- Penyusutan Ekstrem: Dari total 100% volume air baku yang dialirkan dari hulu (Lekopancing), volume yang berhasil menyentuh instalasi pengolahan IPA Panaikang hanya tersisa sekitar 40%.
- Faktor Penyebab Utama: Kehilangan masif sebesar 60% tersebut dipicu oleh tingginya tingkat kebocoran pipa transmisi (non-revenue water), tingginya sedimentasi, tumpukan sampah, hingga maraknya praktik pengambilan air secara ilegal (illegal tapping) di sepanjang jalur distribusi.
”Ini potret tantangan riil yang kami hadapi. Oleh karena itu, solusi masa depan harus dibangun lewat perencanaan makro yang matang, manajemen distribusi profesional, serta keberanian melakukan pembenahan infrastruktur pipa yang selama puluhan tahun terabaikan,” urai Andi Syahrum.
Berkomitmen Pulihkan Kepercayaan Pelanggan
Menyikapi kebocoran masif tersebut, manajemen baru PDAM Makassar berkomitmen penuh melakukan akselerasi perbaikan teknis guna menekan angka kehilangan air sekaligus memulihkan hak pelayanan bagi para pelanggan, khususnya di wilayah utara dan timur kota.
Sinergi lintas instansi bersama Dinas PU dan pengawasan dari DPRD kini tengah diintensifkan untuk melakukan normalisasi saluran air baku dan penertiban sambungan ilegal.
”Kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan dari seluruh elemen masyarakat. Momentum kolaborasi bersama Pemuda Pancasila ini menjadi pemantik bagi kami untuk terus menggenjot performa pelayanan air bersih yang berkelanjutan di Kota Makassar,” pungkasnya.
Dalam rilis resmi tersebut, Plt Dirut PDAM turut didampingi oleh jajaran internal teknis, di antaranya Plt Kabag Distribusi dan Kehilangan Air Wahidin, Plt Kabag Produksi Achmad Kamil Asri, serta Plt Kasi Hubungan Masyarakat Hasan. (*)

Comment