Melejit 200 Persen, PDAM Tirta Bantimurung Maros Setor Laba Rp928 Juta dan Raih WTP

MAROS — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bantimurung Kabupaten Maros menorehkan kinerja keuangan yang gemilang. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini sukses mencatatkan capaian positif dengan menyerahkan laporan laba sebesar Rp928 juta kepada Pemerintah Kabupaten Maros untuk tahun buku 2025.

Penyerahan laporan tersebut berlangsung dalam Rapat Kuasa Pemilik Modal (KPM) di Ruang Rapat Sekda Maros, Selasa (5/5/2026). Agenda ini dihadiri langsung oleh Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, dan Direktur Utama PDAM Tirta Bantimurung, Muh Shalahuddin.

Shalahuddin mengungkapkan, laba bersih setelah pajak tersebut mengalami lonjakan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp380 juta.

“Peningkatannya mencapai 200 persen jika dibandingkan tahun lalu. Selain performa laba yang membaik, PDAM Tirta Bantimurung juga sukses mempertahankan akuntabilitasnya dengan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ujar Shalahuddin.

Ia menjelaskan, faktor utama yang memicu lompatan laba ini dipengaruhi oleh kebijakan penyesuaian tarif yang telah diberlakukan sejak tahun 2024 lalu. Terkait besaran dividen yang akan disetorkan ke kas daerah, Shalahuddin menyebutkan hal itu masih menunggu keputusan final dari Bupati Maros, dengan ketentuan regulasi maksimal 35 persen dari total laba bersih.

Genjot Layanan Air Bersih hingga ke Wilayah Bontoa

Tidak hanya fokus pada kesehatan finansial, PDAM bersama Pemkab Maros juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik. Langkah ini diwujudkan melalui ekspansi dan pengembangan kapasitas produksi di tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama, yaitu IPA Bantimurung, IPA Tanralili, dan IPA Pattontongan.

Saat ini, Pemkab Maros telah memulai proyek peningkatan kapasitas di IPA Bantimurung, dari yang sebelumnya 120 liter per detik naik menjadi 180 liter per detik. Pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan sarana pendukung, seperti rumah pompa dan genset baru. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperluas cakupan layanan air bersih, terutama guna menyasar wilayah rawan krisis air seperti Kecamatan Bontoa.

Sementara itu, untuk pengembangan IPA Tanralili dan IPA Pattontongan, pemerintah daerah tengah mematangkan rencana pembiayaan melalui skema kerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan total usulan anggaran mencapai Rp75 miliar.

Comment