MAKASSAR, MEDIATA.ID — Dalam rangka memperat hubungan kerja sama publikasi antar media, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Makassar menggelar Seminar Hubungan Media. Kegiatan yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Rabu 9 Maret 2022 tersebut mengusung tema memperkuat jaringan media untuk mensukseskan publikasi program pemerintah Kota Makassar.
Pembicara pertama Seminar Hubungan Media, Fredrich Kuen saat memberikan penjelasan di hadapan para peserta seminar, Rabu 9 Maret 2021 Seminar yang menghadirkan puluhan media, baik online, cetak dan elekronik ini menghadirkan tiga orang pemateri, masing-masing, Fredrich Kuen, S.Sos, M.Si, dari Phinisi Pers Media Centre, Asrul Hasan Ketua KPID Sulsel, dan Makbul Halim.
Ade Ismar Gobel selaku Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Makassar yang mewakili Wali Kota Makassar mengatakan peran media sangat penting di dalam menyebarluaskan program yang dilaksanakan oleh pemerintah kota Makassar.
“Media memiliki peranan sangat penting, dalam rangka menyajikan seluruh informasi yang baik, positif dan membangun daerah. Kami berterimakasih kepada media atas kerjasama yang terjalin selama ini. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan media selama ini dan tentunya berharap dukungan ini dapat terus berlanjut ke depan,” ujarnya.
Ketua KPID Sulsel, Hasrul Hasan memaparkan materinya di hadapan peserta Seminar Hubungan Media Pemkot Makassar, Rabu 9 Maret 2022
Pembicara pertama, Fredrich Kuen mengatakan hubungan antara pemerintah dan media dapat berkolaborasi dalam bentuk kemitraan. Adapun syarat kemitraan menurut mantan Kepala LKBN Antara ini adalah medianya legal (Berbadan Hukum), pangsa pasar jelas, link dan viral (via Medsos, News Aggregator, Media Sindikator, SEO – self engine optimize yg ditautkan ke Link ramai, keyword tepat, dan lainnya.
“Meski bermitra, media harus tetap dengan idealisme, objektifitas dan fungsinya sebagai informasi untuk masyarakat,” bebernya.
Ketua KPID Sulsel, Hasrul Hasan mengungkapkan, pemerintah dan media disejajarkan sebagai mitra.
“Pemerintah membutuhkan media untuk publikasi dan sebaliknya media membutuhkan pemerintah sebagai narasumber dari kebijakan,” jelasnya.
Makbul Halim. Pembicara terakhir, Maqbul Halim mengatakan media dan pemerintah harus memiliki roadmap rencana pembangunan untuk publikasi. Informasi dikemas menjadi satu pintu. Speaker, juru bicara, atau narasumber. Kemudian data base informan dan institusi media serta kategorisasi affiliasi institusi media dan penguatan jaringan media dengan fokus pada Favourable informasi.
“Kalau sekarang ada namanya PPID (Pejabat Pengelola Infomasi dan Dokumentasi) untuk informasi terbuka bagi masyarakat,”ujarnya. “Saya rasa hal ini sangat baik dalam menyukseskan program pemerintah. Strategi juga dalam rangka menghindari berita yang tidak benar,” tutup Maqbul. (*)

Comment