Penulis: Ilham Yusandana,S.I.Kom
MEDIATA.ID — Meongmpalotalks dengan bangga menggelar acara bertajuk “Eksplorasi Budaya Melalui Film Dokumenter” yang diadakan di Aula MPP lantai 6, Kabupaten Barru, Sabtu 15 Juni 2024.
Acara ini berhasil menarik perhatian banyak pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yakni bapak Suhriman, S.Pd.,M.Pd, serta Kepala Desa Binuang.
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh penggiat budaya Kabupaten Barru, masyarakat umum, pelajar, dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Kabupaten Barru.
Acara Meongmpalotalks ini merupakan kegiatan hasil pendanaan dari Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, yang mana Acara Meongmpalotalks terdiri dari kegiatan Gelar Wicara dengan mendatangkan Narasumber mumpuni dalam bidang Kebudayaan dan Film Dokumenter Yakni Bapak Badaruddin Amir, M.Pd Selaku Budayawan Barru, Mak Tangan selaku Pelestari Budaya dalam hal ini Sebagai Passure’ , Serta Asri Maulana, S.I.Kom selaku Sutradara Film Dokumenter sekaligus Ketua Panitia Kegiatan, serta Screening Film Dokumenter “Maddoja Bine”, dan pertunjukan seni tradisi Tari dari Sanggar Seni Pajoge Andino Kabupaten Sidrap
Acara yang dimulai pada pukul 20.00 WITA ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengapresiasi kekayaan budaya lokal melalui medium film dokumenter. Meongmpalotalks percaya bahwa film dokumenter memiliki kekuatan untuk menggali, merekam, dan menyebarkan pengetahuan tentang kebudayaan yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru menekankan pentingnya kegiatan semacam ini dalam melestarikan dan mempromosikan warisan budaya daerah. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif Meongmpalotalks yang telah menghadirkan acara yang edukatif dan inspiratif ini. Melalui film dokumenter, kita bisa belajar banyak tentang sejarah dan tradisi yang ada di sekitar kita, serta mengajarkannya kepada generasi muda,” ujarnya.
Kepala Desa Binuang juga memberikan pandangannya mengenai peran penting dokumentasi budaya dalam menjaga identitas lokal. “Desa kami memiliki banyak cerita dan tradisi yang unik. Dengan adanya film dokumenter, kami berharap nilai-nilai budaya ini dapat terjaga dan diteruskan ke generasi selanjutnya,” katanya.
Acara ini menampilkan film dokumenter “Maddoja Bine” yang mengangkat tema budaya lokal, seperti tradisi masyarakat, upacara adat, dan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, disertai dengan sesi diskusi yang interaktif, di mana peserta dapat bertanya langsung kepada para pembuat film dan tokoh budaya yang hadir.
Para pelajar dan mahasiswa yang turut hadir terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka merasa mendapatkan wawasan baru tentang kekayaan budaya daerah mereka sendiri dan termotivasi untuk lebih aktif dalam melestarikannya. Salah satu siswa dari Barru mengungkapkan, “Acara ini sangat membuka mata kami akan pentingnya menjaga dan mempromosikan budaya lokal. Kami bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan yang luar biasa ini.”
Ketua Panitia yakni Asri maulana mengatakan acara seperti ini semoga bisa menjadi contoh bagi masyarakat secara umum terkhusus generasi muda atau gen Z untuk tetap padu dan ikut serta dalam menjaga budaya dan tradisi nenek moyang sehingga tidak hilang dimakan waktu , dengan harapan semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal mereka.Kemudian Acara ditutup dengan pertunjukan Seni Tradisi Tari Dari Sanggar Seni Tari Pajoge Andino yang membuat semua penonton terpukau dan terkesima dengan penampilan mereka. (*)

Comment